Jumat, 03 Februari 2023

Mengelola Majalah Sekolah


 

Pelatihan Belajar Menulis PGRI Gelombang 27 memasuki materi yang ke-11. Materi ke-11 adalah mengelola majalah sekolah yang disampaikan oleh guru sekaligus praktisi majalah di sekolahnya yaitu Bu Widya Setianingsih, S.Ag. dan moderator adalah Bu Yandri Novita Sari. Pertemuan ke-11 ini dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 14 September 2022 mulai pukul 07.00-09.00 malam WIB melalui grup WhatsApp.

Pembahasan materi dimulai dengan memaparkan definisi majalah menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Menurut KBBI majalah adalah terbitan berkala yang isinya meliputi berbagai liputan jurnalistik, pandangan tentang topik aktual yang patut diketahui pembaca. Berdasarkan waktu penerbitannya, majalah dibedakan atas: majalah bulanan, tengah bulanan atau dua mingguan, mingguan, dan sebagainya. Berdasarkan isinya majalah dibedakan atas: majalah berita, anak-anak, wanita, remaja, olahraga, sastra, ilmu pengetahuan tertentu, religi dan sebagainya. Berdasarkan ruang lingkupnya majalah dibedakana atas majalah sekolah, , majalah perguruan tinggi, majalah perusahaan, majalah profesi, majalah organisasi, dan lain sebagainya,

Seperti telah disebutkan di atas majalah sekolah adalah majalah yang ruang lingkupnya adalah sekolah dan warga sekolah. Majalah sekolah ini hadir atas prakarsa warga sekolah dan ditujukan konsumennya adalah semua warga sekolah yaitu, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, siswa, komite sekolah, dan orang tua/wali siswa. Majalah sekolah dimulai dari insiatif dari warga sekolah kemudian diusulkan kepada penanggungjawab sekolah yaitu kepala sekolah, kemudian kepala sekolah bermusyawarah dengan dewan guru dan tenaga kependidikan. Setelah semua setuju barulah majalah sekolah dibentuk atau didirikan. Adapun manfaat dari adanya majalah sekolah di suatu sekolah adalah (1) media informasi dari sekolah kepada semua warga sekolah; (2) media penghubung siswa dan orang tua/wali dengan pihak sekolah; (3) media ekspresi semua warga sekolah; (3) media penyebaran ilmu pengetahun dan teknologi; dan (4) media kebanggaan lembaga sekolah dan warga sekolah.

Secara lengkap langkah-langkah memulai/menerbitkan majalah sekolah adalah berikut di bawah ini.

1.     Menyatukan ide dan gagasan.

Pertama-tama kita harus mencari guru, tenaga kependidikan, dan siswa yang memiliki jiwa literasi dan organisasi. Carilah yang memiliki ide dan gagasan yang sama supaya mudah disatukan. Kemudian bentuklah susunan redaksi majalahnya. Susunan redaksi majalah ini harus diketahui dan disetujui oleh kepala sekolah sebagai penanggung jawab satuan pendidikan. Sebagai catatan, kita harus peka dalam mencari teman yang memiliki jiwa literasi, karena ini modal awal untuk membentuk crew majalah.

2.     Mengajukan Proposal.

Setelah memiliki dewan redaksi langkah selanjutnya adalah membuat proposal pembentukan majalah sekolah yang akan diajukan kepada kepala sekolah, komite sekolah, guru dan tenaga kependidikan lainnya untuk disetujui. Proposal yang dibuat meliputi latar belakang, tujuan, frekuensi terbit, sasaran konsumen, susunan redaksi, anggaran dana, penyandang dana, daftar isi majalah, dan sebagainya. Berdasarkan isi proposal ini akan diketahui berapa harga satu majalah dalam satu kali terbit untuk dijual kepada konsumen yaitu semua warga sekolah, komite dan orang tua/wali siswa. Untuk biaya penerbitan majalah bias menggunakan dana yang dimiliki oleh sekolah atau dari sponsor yang tidak mengikat. Setelah proposal ini disetujui langkah selanjutnya dewan redaksi adalah merancang majalah sekolah.

3.     Membuat rancangan majalah.

Kegiatan yang harus dilakukan oleh dewan redaksi dalam merancang majalah adalah:

a.     menentukan nama majalah

Nama majalah sebaiknya unik dan mudah diingat dan enak terdengar oleh telinga. Nama majalah bias singkatan atau akronim dari nama sekolah,  alamat sekolah, keunikan sekolah, dan lain-lain

b.     Menentukan cara memperoleh artikel dan siapa penulis artikelnya

Setiap artikel yang ditulis di majalah memerlukan orang tertentu yang ditugaskan untuk memperoleh informasi kemudina dituliskan menjadi artikel yang akan diterbitkan. Ketua dewan redaksi harus memberikan tugas yang jelas dan rinci kepada masing-masing anggota untuk memegang rubrik tertentu dari majalah sehingga semua memiliki tugas yang berbeda-beda tetapi dengan tujuan sama yaitu membangun majalah sekolah yang baik.

c.     Menentukan tampilan atau layout majalah sekolah

Seperti apakah tampilan majalah sekolah yang akan diterbitkan tentu tidak terlepas dari kepiawaian dewan redaksi yang akan menyusunnya. Tampilan majalah sekolah dimulai dari cover majalah dan tampilan setiap artikel atau rubrik majalah. Pembuatan tampilan ini harus diakukan oleh ahli yang pandai membuat layout majalah. Jika dewan redaksi tidak memiliki orang yang pandai membuat layout majalah maka dewan redaksi dapat memanfaatkan jasa tenaga ahli di luar dewan redaksi, dimana hasil desain layout majalah ini disetujui oleh semua dewan redaksi.

4.     Mencari rekanan pendukung/sponsor.

Menerbitkan majalah yang oplahnya sedikit mungkin masih bias didanai dari dana yang dimiliki oleh sekolah, tetapi kalau oplahnya banyak seperti ratusan majalah maka menerbitkan majalah memerlukan dana yang besar yang biasanya sulit kalau didanai oleh sekolah. Oleh karena itu perlu mencari dana dari sponsor yang tidak mengikat sekolah dan warga sekolah. Organisasi/sponsor yang mau membantu pendanaan biasanya adalah perusahaan atau sekolah swasta lanjutan sekolah dengan imbalan mereka bias beriklan di majalah sekolah atau di dalam sekolah. Hal ini tidak menjadi masalah selama iklan di majalah tidak mengganggu tampilan atau tujuan majalah, dan jika beriklan di dalam sekolah tidak mengganggu keindahan sekolah, dan  yang paling penting adalah adanya sponsor ini tidak mengikat sekolah dan warga sekolah. Jangan sampai adanya sponsor membuat sekolah dan warga sekolah tidak bebas melakukan sesuatu atau memilih sesuatu yang diinginkan.

5.     Mengajukan ISSN

ISSN adalah singkatan dari International Standard Serial Number, merupakan suatu nomor unik yang diberikan oleh lembaga yang berwenang yaitu kalau di Indonesia lembaga yang diberikan kewenangan memberikan ISSN adalah LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) atau sekarang namanya menjadi BRIN (Badan Riset dan Inovasi Indonesia). Fungsi ISSN adalah sebagai nomor identitas dari suatu terbitan berkala seperti majalah, tabloid, jurnal, dan surat kabar. Fungsi lain dari ISSN adalah pengakuan dari lembaga resmi sebagai terbitan berkala yang beredar sehingga ketika majalah sekolah telah memiliki ISSN membuat majalah tersebut telah diakui keberadaannya oleh lembaga internasional dan dalam negeri sehingga majalah tersebut dapat menjadi nilai tambah dalam pemialaian sekolah ketika akreditasi. Warga sekolah tentu sangat bangga ketika majalah sekolahnya telah ber-ISSN.

Saat ini ISSN diajukan bias secara daring melalui situs web yang dimiliki oleh BRIN. Adapun syarat pengajuan ISSN adalah: (1) surat pengajuan resmi; (2) halaman sampul majalah; (3) halaman daftar isi majalah; (4) halaman dewan redaksi majalah; (bukti pembayaran pengajuan; dan (5) dokumen lain yang diminta. Proses pengajuan ISSN memang memerlukan biaya tetapi tidak terlalu besar dan prosesnya tidak lama dari mengajukan sampai memperoleh ISSN biasanya kurang dari satu minggu saja.

6.     Menetukan ragam bahasa yang dipakai dalam majalah

Bahasa dalam majalah sekolah bisa disesuaikan dengan artikel atau rubric yang ada di majalah, tetapi secara umum bahasa dalam majalah sekolah sebaiknya tidak terlalu formal, kata-kata yang sedang tren pada saat ini bias dimasukkan sepanjang tidak kontra produktif dengan pendidikan. Apa tah lagi jika majalah sekolah di SLTA (SMA/SMK/MA) bahasa anak muda saat ini bisa dipakai pada bagian-bagian tertentu yang sesuai dan yang paling penting tidak kontra produktif dengan tujuan didirikannya majalah sekolah dan usaha pendidikan di sekolah.

7.     Selalu mencari tema yang sedang tren di masyarakat

Tema yang sedang trending dimasyarakat menjadi hal yang sangat baik untuk diangkat di majalah sekolah, karena hal ini tentu akan menjadi daya tarik konsumen untuk membaca. Dewan redaksi majalah sekolah harus selalu mengikuti perkembangan tren yang ada di masyarkat atau di para pembacanya, dimana sesuatu yang sedang tren akan diangkat dalam majalah sekolah. Majalah sekolah yang selalu mengikuti perkembangan tren di masyarakat atau di para pembacanya akan selalu ditunggu-tunggu oleh para pembacanya sehingga majalah sekolah yang kehilangan pembacanya bias dihindari.

8.     Menentukan percetakan

Majalah sekolah sebaiknya memang dicetak oleh mesin cetak yang miliki oleh sekolah tetapi karena harga mesin cetak sekolah cukup mahal sehingga sekolah tidak mampu membeli mesin cetak. Solusinya adalah sekolah bekerja sama dengan perusahaan percetakan untuk mencetak majalah. Biaya pencetakan tentu disepakati oleh kedua belah pihak. Biaya pencetakan ini menjadi contributor utama dalam penentuan harga majalah yang akan dijual kepada konsumen majalah sekolah. Harga majalah sekolah kepada konsumen bias dikurangi dengan subsidi dari dana yang dimiliki sekolah dan bantuan dari para sponsor.

9.     Selalu memupuk kekompakan tim

Tim di sini yang paling utama harus selalu kompak adalah dewan redaksi majalah sekolah yang berperan sebagai “produsen” majalah. Keberadaan dan kontinuitas majalah sekolah sangat tergantung dari keberadaan dan kekompakan dewan redaksi. Dewan redaksi yang selalu kompak akan menghasilkan majalah sekolah yang baik secara kualitas  tampilan dan konten majalah, dan juga majalah sekolah akan terus ada setiap waktu terbitnya tanpa tersendat sekali pun.

Narasumber memberikan contoh daftar isi dari majalah ada di sekolah nya. Daftar isi tersebut adalah di bawah ini.

1)Visi & Misi Sekolah : Visi dan misi sekolah masing-masing dituliskan di halaman ke-2 setelah cover majalah.

2) Salam Redaksi : Kata sapaan dari pemimpin dewan redaksi kepada pembaca, menyampaikan isi majalah secara singkat, tema majalah, kondisi teraktual saat itu.

3) Berita Sekolah : Kegiatan-kegiatan sekolah, misalnya peringatan PHBI-PHBN, KSN, KOSN, FLS2N, Class Meeting, Pramuka, Paskibra, PMR, dan sebagainya.

4) Profil Guru : Dimuat secara bergiliran mulai dari kasek, wakasek, guru, tenaga kependidikan (TU, Satpam, Laboran, Petugas Perpustakaan, Penjaga Sekolah).

5) Profil Siswa Berprestasi: Menampilkan siswa paling berprestasi pada saat itu dalam rentang penerbitan majalah

6) Karya Siswa : Menampilkan karya atau produk terbaik yang dihasilkan oleh siswa seperti,novel, puisi, cerpen, prakarya, foto hasil karya siswa, gambar dan sebagainya

7) Kegiatan Siswa: Kegiatan out class, ataupun inclass. Misalnya outbound, perkemahan pramuka, praktek di kelas, unjuk kerja, wide game, karya wisata dan sebagainya.

8) Kuiz berhadiah: Disesuaikan dengan jenjang kelas. Untuk SD TTS, tebak gambar, dan sebagainya dan sebaiknya kuiz ini berhadiah walaupun hadiahnya alakadarnya.

9) Prestasi Sekolah : menampilkan prestasi terbaru dari guru, siswa, dan sekolah.

10) Info dan pengumuman: Info ujian, libur dan sebagainya


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ini Takdir

Disclaimer:  Tulisan ini bukan untuk menggurui tetapi hanya sekedar berbagi pengalaman dan pemahaman mengenai esesnsi dari takdir. Saya pun ...