Pelatihan
Belajar Menulis PGRI Gelombang 27 memasuki materi yang ke-11. Materi ke-11
adalah mengelola majalah sekolah yang disampaikan oleh guru sekaligus praktisi
majalah di sekolahnya yaitu Bu Widya Setianingsih, S.Ag. dan moderator adalah
Bu Yandri Novita Sari. Pertemuan ke-11 ini dilaksanakan pada hari Rabu tanggal
14 September 2022 mulai pukul 07.00-09.00 malam WIB melalui grup WhatsApp.
Pembahasan
materi dimulai dengan memaparkan definisi majalah menurut KBBI (Kamus Besar
Bahasa Indonesia). Menurut KBBI majalah adalah terbitan berkala yang isinya
meliputi berbagai liputan jurnalistik, pandangan tentang topik aktual yang
patut diketahui pembaca. Berdasarkan waktu penerbitannya, majalah dibedakan
atas: majalah bulanan, tengah bulanan atau dua mingguan, mingguan, dan
sebagainya. Berdasarkan isinya majalah dibedakan atas: majalah berita,
anak-anak, wanita, remaja, olahraga, sastra, ilmu pengetahuan tertentu, religi
dan sebagainya. Berdasarkan ruang lingkupnya majalah dibedakana atas majalah
sekolah, , majalah perguruan tinggi, majalah perusahaan, majalah profesi,
majalah organisasi, dan lain sebagainya,
Seperti
telah disebutkan di atas majalah sekolah adalah majalah yang ruang lingkupnya
adalah sekolah dan warga sekolah. Majalah sekolah ini hadir atas prakarsa warga
sekolah dan ditujukan konsumennya adalah semua warga sekolah yaitu, kepala
sekolah, guru, tenaga kependidikan, siswa, komite sekolah, dan orang tua/wali
siswa. Majalah sekolah dimulai dari insiatif dari warga sekolah kemudian
diusulkan kepada penanggungjawab sekolah yaitu kepala sekolah, kemudian kepala
sekolah bermusyawarah dengan dewan guru dan tenaga kependidikan. Setelah semua
setuju barulah majalah sekolah dibentuk atau didirikan. Adapun manfaat dari
adanya majalah sekolah di suatu sekolah adalah (1) media informasi dari sekolah
kepada semua warga sekolah; (2) media penghubung siswa dan orang tua/wali
dengan pihak sekolah; (3) media ekspresi semua warga sekolah; (3) media
penyebaran ilmu pengetahun dan teknologi; dan (4) media kebanggaan lembaga
sekolah dan warga sekolah.
Secara
lengkap langkah-langkah memulai/menerbitkan majalah sekolah adalah berikut di
bawah ini.
1.
Menyatukan
ide dan gagasan.
Pertama-tama
kita harus mencari guru, tenaga kependidikan, dan siswa yang memiliki jiwa
literasi dan organisasi. Carilah yang memiliki ide dan gagasan yang sama supaya
mudah disatukan. Kemudian bentuklah susunan redaksi majalahnya. Susunan redaksi
majalah ini harus diketahui dan disetujui oleh kepala sekolah sebagai
penanggung jawab satuan pendidikan. Sebagai catatan, kita harus peka dalam
mencari teman yang memiliki jiwa literasi, karena ini modal awal untuk
membentuk crew majalah.
2.
Mengajukan
Proposal.
Setelah
memiliki dewan redaksi langkah selanjutnya adalah membuat proposal pembentukan
majalah sekolah yang akan diajukan kepada kepala sekolah, komite sekolah, guru
dan tenaga kependidikan lainnya untuk disetujui. Proposal yang dibuat meliputi
latar belakang, tujuan, frekuensi terbit, sasaran konsumen, susunan redaksi,
anggaran dana, penyandang dana, daftar isi majalah, dan sebagainya. Berdasarkan
isi proposal ini akan diketahui berapa harga satu majalah dalam satu kali
terbit untuk dijual kepada konsumen yaitu semua warga sekolah, komite dan orang
tua/wali siswa. Untuk biaya penerbitan majalah bias menggunakan dana yang
dimiliki oleh sekolah atau dari sponsor yang tidak mengikat. Setelah proposal
ini disetujui langkah selanjutnya dewan redaksi adalah merancang majalah
sekolah.
3.
Membuat
rancangan majalah.
Kegiatan
yang harus dilakukan oleh dewan redaksi dalam merancang majalah adalah:
a.
menentukan
nama majalah
Nama
majalah sebaiknya unik dan mudah diingat dan enak terdengar oleh telinga. Nama
majalah bias singkatan atau akronim dari nama sekolah, alamat sekolah, keunikan sekolah, dan
lain-lain
b.
Menentukan
cara memperoleh artikel dan siapa penulis artikelnya
Setiap
artikel yang ditulis di majalah memerlukan orang tertentu yang ditugaskan untuk
memperoleh informasi kemudina dituliskan menjadi artikel yang akan diterbitkan.
Ketua dewan redaksi harus memberikan tugas yang jelas dan rinci kepada
masing-masing anggota untuk memegang rubrik tertentu dari majalah sehingga
semua memiliki tugas yang berbeda-beda tetapi dengan tujuan sama yaitu
membangun majalah sekolah yang baik.
c.
Menentukan
tampilan atau layout majalah sekolah
Seperti
apakah tampilan majalah sekolah yang akan diterbitkan tentu tidak terlepas dari
kepiawaian dewan redaksi yang akan menyusunnya. Tampilan majalah sekolah
dimulai dari cover majalah dan tampilan setiap artikel atau rubrik majalah.
Pembuatan tampilan ini harus diakukan oleh ahli yang pandai membuat layout
majalah. Jika dewan redaksi tidak memiliki orang yang pandai membuat layout
majalah maka dewan redaksi dapat memanfaatkan jasa tenaga ahli di luar dewan
redaksi, dimana hasil desain layout majalah ini disetujui oleh semua dewan
redaksi.
4.
Mencari
rekanan pendukung/sponsor.
Menerbitkan
majalah yang oplahnya sedikit mungkin masih bias didanai dari dana yang
dimiliki oleh sekolah, tetapi kalau oplahnya banyak seperti ratusan majalah
maka menerbitkan majalah memerlukan dana yang besar yang biasanya sulit kalau
didanai oleh sekolah. Oleh karena itu perlu mencari dana dari sponsor yang
tidak mengikat sekolah dan warga sekolah. Organisasi/sponsor yang mau membantu
pendanaan biasanya adalah perusahaan atau sekolah swasta lanjutan sekolah
dengan imbalan mereka bias beriklan di majalah sekolah atau di dalam sekolah.
Hal ini tidak menjadi masalah selama iklan di majalah tidak mengganggu tampilan
atau tujuan majalah, dan jika beriklan di dalam sekolah tidak mengganggu
keindahan sekolah, dan yang paling
penting adalah adanya sponsor ini tidak mengikat sekolah dan warga sekolah.
Jangan sampai adanya sponsor membuat sekolah dan warga sekolah tidak bebas
melakukan sesuatu atau memilih sesuatu yang diinginkan.
5.
Mengajukan
ISSN
ISSN
adalah singkatan dari International Standard Serial Number, merupakan suatu
nomor unik yang diberikan oleh lembaga yang berwenang yaitu kalau di Indonesia
lembaga yang diberikan kewenangan memberikan ISSN adalah LIPI (Lembaga Ilmu
Pengetahuan Indonesia) atau sekarang namanya menjadi BRIN (Badan Riset dan
Inovasi Indonesia). Fungsi ISSN adalah sebagai nomor identitas dari suatu
terbitan berkala seperti majalah, tabloid, jurnal, dan surat kabar. Fungsi lain
dari ISSN adalah pengakuan dari lembaga resmi sebagai terbitan berkala yang
beredar sehingga ketika majalah sekolah telah memiliki ISSN membuat majalah
tersebut telah diakui keberadaannya oleh lembaga internasional dan dalam negeri
sehingga majalah tersebut dapat menjadi nilai tambah dalam pemialaian sekolah
ketika akreditasi. Warga sekolah tentu sangat bangga ketika majalah sekolahnya
telah ber-ISSN.
Saat
ini ISSN diajukan bias secara daring melalui situs web yang dimiliki oleh BRIN.
Adapun syarat pengajuan ISSN adalah: (1) surat pengajuan resmi; (2) halaman
sampul majalah; (3) halaman daftar isi majalah; (4) halaman dewan redaksi
majalah; (bukti pembayaran pengajuan; dan (5) dokumen lain yang diminta. Proses
pengajuan ISSN memang memerlukan biaya tetapi tidak terlalu besar dan prosesnya
tidak lama dari mengajukan sampai memperoleh ISSN biasanya kurang dari satu
minggu saja.
6.
Menetukan
ragam bahasa
yang dipakai dalam majalah
Bahasa
dalam majalah sekolah bisa disesuaikan dengan artikel atau rubric yang ada di
majalah, tetapi secara umum bahasa dalam majalah sekolah sebaiknya tidak
terlalu formal, kata-kata yang sedang tren pada saat ini bias dimasukkan
sepanjang tidak kontra produktif dengan pendidikan. Apa tah lagi jika majalah
sekolah di SLTA (SMA/SMK/MA) bahasa anak muda saat ini bisa dipakai pada
bagian-bagian tertentu yang sesuai dan yang paling penting tidak kontra
produktif dengan tujuan didirikannya majalah sekolah dan usaha pendidikan di
sekolah.
7.
Selalu
mencari tema yang sedang tren di masyarakat
Tema
yang sedang trending dimasyarakat menjadi hal yang sangat baik untuk diangkat
di majalah sekolah, karena hal ini tentu akan menjadi daya tarik konsumen untuk
membaca. Dewan redaksi majalah sekolah harus selalu mengikuti perkembangan tren
yang ada di masyarkat atau di para pembacanya, dimana sesuatu yang sedang tren
akan diangkat dalam majalah sekolah. Majalah sekolah yang selalu mengikuti
perkembangan tren di masyarakat atau di para pembacanya akan selalu
ditunggu-tunggu oleh para pembacanya sehingga majalah sekolah yang kehilangan
pembacanya bias dihindari.
8.
Menentukan
percetakan
Majalah
sekolah sebaiknya memang dicetak oleh mesin cetak yang miliki oleh sekolah
tetapi karena harga mesin cetak sekolah cukup mahal sehingga sekolah tidak
mampu membeli mesin cetak. Solusinya adalah sekolah bekerja sama dengan
perusahaan percetakan untuk mencetak majalah. Biaya pencetakan tentu disepakati
oleh kedua belah pihak. Biaya pencetakan ini menjadi contributor utama dalam
penentuan harga majalah yang akan dijual kepada konsumen majalah sekolah. Harga
majalah sekolah kepada konsumen bias dikurangi dengan subsidi dari dana yang
dimiliki sekolah dan bantuan dari para sponsor.
9.
Selalu
memupuk kekompakan tim
Tim
di sini yang paling utama harus selalu kompak adalah dewan redaksi majalah
sekolah yang berperan sebagai “produsen” majalah. Keberadaan dan kontinuitas
majalah sekolah sangat tergantung dari keberadaan dan kekompakan dewan redaksi.
Dewan redaksi yang selalu kompak akan menghasilkan majalah sekolah yang baik
secara kualitas tampilan dan konten
majalah, dan juga majalah sekolah akan terus ada setiap waktu terbitnya tanpa
tersendat sekali pun.
Narasumber
memberikan contoh daftar isi dari majalah ada di sekolah nya. Daftar isi
tersebut adalah di bawah ini.
1)Visi
& Misi Sekolah : Visi dan misi sekolah masing-masing dituliskan di halaman
ke-2 setelah cover majalah.
2)
Salam Redaksi : Kata sapaan dari
pemimpin dewan redaksi kepada pembaca, menyampaikan isi majalah
secara singkat, tema majalah, kondisi teraktual saat itu.
3)
Berita Sekolah : Kegiatan-kegiatan sekolah, misalnya peringatan PHBI-PHBN, KSN,
KOSN, FLS2N, Class Meeting, Pramuka, Paskibra, PMR, dan sebagainya.
4)
Profil Guru : Dimuat secara bergiliran mulai dari kasek, wakasek, guru, tenaga
kependidikan (TU, Satpam, Laboran, Petugas Perpustakaan, Penjaga Sekolah).
5)
Profil Siswa Berprestasi: Menampilkan siswa paling berprestasi pada saat itu
dalam rentang penerbitan majalah
6)
Karya Siswa : Menampilkan karya atau produk terbaik yang dihasilkan oleh siswa
seperti,novel, puisi, cerpen, prakarya, foto hasil karya siswa, gambar dan
sebagainya
7)
Kegiatan Siswa: Kegiatan out class, ataupun inclass. Misalnya outbound,
perkemahan pramuka, praktek di kelas, unjuk kerja, wide game, karya wisata dan
sebagainya.
8)
Kuiz berhadiah: Disesuaikan dengan jenjang kelas. Untuk SD TTS, tebak gambar, dan sebagainya dan sebaiknya kuiz ini berhadiah
walaupun hadiahnya alakadarnya.
9)
Prestasi Sekolah : menampilkan prestasi terbaru dari guru, siswa, dan sekolah.
10)
Info dan pengumuman: Info ujian, libur dan sebagainya