Materi ke-9 pelatihan Belajar menulis PGRI
Gelombang Ke-27 adalah “Menulis dan Menerbitkan Buku” yang disampaikan oleh Pak
Dail Ma’ruf dan sebagai moderator adalah Pak Muliadi. Sebenarnya materi ke-9
ini akan disampaikan oleh Prof Ngainin Naim dengan materi “Menulis Itu Mudah”,
tetapi karena beliau berhalangan hadir karena ada kegiatan yang tidak bisa
ditunda, pelatihan dinarasumberi oleh Pak Dail dengan tema materi berbeda yang
telah disebutkan tadi.
Menulis memerlukan motivasi sebagai pendorong
seseorang untuk mau menulis, tanpa adanya motivasi kegiatan menulis tidak akan
bisa dilakukan, bahkan bukan hanya menulis kegiatan apapun memerlukan motivasi
sebagai pendorong agar kegiatan apapun bisa dilakukan. Menurut Pak Dail
motivasi seseorang sehingga mau menulis ada beberapa macam seperti ingin
terkenal, ingin menambah penghasilan, ingin meningkatkan karir/pangkat atau
jabatan, ingin menyebarluaskan gagasan atau ilmu, ingin mempengaruhi orang
lain, dan ingin kekal dikenal oleh orang banyak walaupun sudah meninggal. Karena
sangat penting memiliki motivasi agar mau menulis maka seorang penulis harus
tetap memiliki motivasi untuk menulis ini. Berikut adalah cara agar seseorang
tetap memiliki motivasi untuk menulis.
1. Tentukan Tujuan
Tanpa
tujuan menulis akan menjadi kegiatan tanpa arah, ngawur, dan pasti berakhir
dengan sia-sia. Tujuan ini menjadi titik yang dituju ketika kita menulis.
Tujuan membuat kegiatan menulis menjadi terarah, focus menuju tujuan. Jadi
tujuan ini sangat penting dimiliki orang yang menulis. Tujuan harus ditetapkan
terlebih dahulu sebelum melakukan kegiatan menulis
2. Selalu Ingat Tujuan
Dalam
perjalanan menulis, kadang-kadang tujuan kita menulis sering terlupakan atau
terdistorsi oleh berbagai hal seperti oleh kesibukan, pengaruh orang lain, atau
pengaruh hal yang sedang trend atau viral. Kita harus bisa mengusahakan agar
hal tersebut tidak membuat kita lupa tujuan menulis. Hal yang bisa dilakukan adalah
dengan membuat semacam tulisan pengingat di tempat yang sering kita lihat
seperti di buku catatan harian, tulisan tersebut bisa juga ditempel ditembok,
atau membuat pengingat di handphone yang kita miliki.
3. Mengetahui Manfaat Menulis dan Membaca
Menulis
merupakan keterampilan membaca yang paling tinggi karena untuk bisa menulis
seseorang perlu memiliki 3 keterampilan berbahasa yang lain yaitu menyimak,
berbicara, dan membaca. Keterampilan berbahasa yang paling erat kaitannya
dengan menulis adalah membaca. Untuk bisa menulis yang baik sesorang harus bisa
membaca dengan baik pula. Membaca berguna untuk mendapatkan informasi atau
pengetahuan sebagai bahan untuk ditulis. Tanpa membaca seseorang akan sulit
menulis, kalaupun bisa menulis, tulisannya akan dangkal, tidak menarik, dan
kurang bermakna. Menulis sangat besar manfaatnya, dengan menulis seseorang
dapat dikenal oleh orang luas, mendapatkan keuntungan finansial, meningkatkan
karir, mempengaruhi orang banyak, dan penyembuhan batin (self healing)
melalui menulis ekspresif. Dengan mengetahui manfaat menulis ini orang akan
tergerak untuk menulis.
4. Kelola Waktu dengan Baik
Waktu
yang dimiliki setiap orang sebenarnya sama yaitu sehari sama 24 jam; seminggu
itu sama 7 hari, hanya bedanya berbeda-beda dalam pemanfaatan waktu. Ada orang
yang pandai memanfaatkan waktu dan ada orang yang kurang atau tidak bisa memanfaatkan
waktu dengan baik. Orang yang sukses adalah orang yang pandai memanfaatkan
waktu dalam hidup untuk berbuat hal yang positif. Seorang penulis harus bisa
memanfaatkan waktu dengan baik. Menulis bisa dilakukan setiap hari pada jam-jam
tertentu atau kapan saja sesuai keinginan.
5. Membaca Karya Tulis Orang Lain
Bagi
penulis pemula membaca karya orang lain sangat diperlukan. Hal ini untuk
dijadikan contoh atau sampel dalam membuat karya tulis. Dengan membaca
buku-buku orang lain terutama karya dari penulis profesional kita akan
mengetahui bagaimana penulis tersebut mencurahkan gagasannya ke dalam tulisan.
Kita akan banyak belajar bagaimana seharusnya karya tulis dibuat, bagaimana
penentuan tema dan topik, pemilihan diksi, penulisan kalimat dan paragraph,
pemakaian tanda baca yang tepat, dan gaya tulisan penulis tersebut, dan
sebagainya. Pengetahuan yang diperoleh setelah membaca banyak karya tulis ini
menjadi bekal untuk kita menulis, sehingga ketika kita menulis tidak akan
terlalu sulit. Hal ini berbeda jika kita tidak punya pengetahuan dalam menulis,
tentu kita akan kesulitan dalam menulis.
6. Cari Suasana yang Berbeda dalam Menulis
Keadaan
yang sama atau monoton dalam suatu kegiatan bisa membuat hati merasa bosan atau
jenuh. Hal ini tentu wajar saja; manusiawi, karena manusia pada dasarnya adalah
makhluk yang dinamis; terus menginginkan sesuatu hal yang baru. Dalam menulis
pun begitu, jika suasana atau tempat menulis tetap atau monoton akan membuat
kegiatan menulis menjadi kegiatan yang membosankan. Suasana atau tempat yang
monoton akan membuat penulis kehilangan semangat atau tidak bergairah dalam
menulis. Oleh karena itu kita perlu segera mengubah suasana atau tempat dalam
menulis jika suasana atau tempat tersebut sudah membosankan. Kita harus
berpindah ke tempat baru yang diperkirakan bisa membuat kita nyaman dalam
menulis. Kita juga bisa mengubah waktu kebiasaan dalam menulis, misalnya kita
biasa menulis sebelum tidur, kita bisa mengubahnya ke waktu setelah bangun
tidur, atau ke waktu kapan saja yang dirasa membuat nyaman dalam menulis.
7. Gabung dalam Komunitas Penulis
Teman
sangat berpengaruh terhadap perilaku seseorang. Hal ini karena dalam pertemanan
terjadi kedekatan secara personal dan emosional. Kedekatan ini menimbulkan
empati, simpati, dan bisa berlanjut menjadi duplikasi terhadap perilaku teman.
Jika seseorang berteman dengan orang yang memiliki perilaku baik maka akan
terbawa mengikuti perilaku baik. Sebaliknya kalau berteman dengan orang yang
memiliki perilaku tidak baik atau negative maka akan terbawa mengikuti perilaku
yang tidak baik tersebut. Oleh karena itu dengan bergabung dengan komunitas
penulis maka seseorang akan menjadi penulis seperti teman-teman di komunitas
penulis. Orang tersebut akan terpengaruh untuk menulis, semangat teman penulis
akan menular kepada dirinya, ilmu pengetahuan tentang menulis pun akan mudah
didapatkan dari teman komunitas, sehingga pada akhirnya dengan bergabung dengan
komunitas penulis akan membuat seseorang yang tidak mau atau tidak memiliki
hasrat sedikit pun untuk menulis atau tidak memiliki ilmu dalam menulis akan menjadi penulis handal dan
produktif.
8. Carilah Wadah untuk Menulis
Wadah
untuk menulis bisa dengan mengikuti penulisan buku antologi. Sebagai sebuah
buku yang ditulis secara “keroyokan”, menulis buku antologi tidak sesulit
menulis buku solo karena setiap penulis hanya perlu menulis beberapa lembar
saja dari bagian buku. Jika sudah berhasil menulis buku anatologi kita akan
terpicu untuk menulis buku hasil tulisan sendiri atau buku solo. Dengan
mengikuti wadah menulis antologi kita akan terpacu untuk meningkatkan kualitas diri
sebagai penulis sehingga kualitas dan kuantitas tulisan kita akan semakin baik
dan berkembang.
9. Perbanyak Bahan-Bahan Tulisan
Kegiatan
menulis seperti kita melakukan suatu perjalanan. Dalam melakukan perjalanan
kita membutuhkan perbekalan yang lengkap dan cukup agar perjalanan kita nyaman
dan sampai ke tujuan. Semakin jauh perjalanan maka semakin banyak perbekalan
yang harus kita siapkan dan dibawa dalam perjalanan tersebut. Begitu pun dalam
aktivitas menulis kita harus menyiapkan bekal atau bahan-bahan tulisan secara
lengkap agar aktivitas menulis kita lancar dan hasil tulisan kita berkualitas.
Jika aktivitas menulis dilakukan tanpa menyiapkan bahan-bahan tulisan yang
cukup maka kegiatan menulis akan banyak tersendat karena terkendala kebuntuan
menulis sebagai akibat tidak memiliki ide untuk ditulis, kalaupun aktivitas
menulis terus dipaksakan tentu tulisannya akan dangkal dan tidak utuh.
10. Tantang Diri Sendiri Membuat Tulisan yang
Berani
Bagi
penulis yang telah memiliki pengalaman dalam menulis bisa menantang diri
sendiri untuk meningkatkan kemampuan dalam menulis. Yang dimaksud dengan
memiliki pengalaman di sini bukan berarti harus memiliki pengalaman menulis
yang lama atau telah menjadi penulis yang handal tetapi pernah memiliki
pengalaman menulis sebelumnya termasuk para penulis pemula. Sebagai contoh para
penulis yang telah menulis buku antologi dapat menantang dirinya untuk menulis
buku solo. Penulis yang telah menerbitkan buku di penerbit indie dapat
menantang dirinya untuk menerbitkan buku di penerbit mayor. Tantangan ini
berguna untuk meningkatkan kualitas diri agar menjadi penulis yang lebih handal
di masa depan.
11. Jangan Harapkan Pujian
Keikhlasan
sangat diperlukan dalam melakukan suatu kegiatan. Ikhlas bukan berarti tanpa
mengharapkan imbalan apapun karena tidak ada orang yang melakukan sesuatu tanpa tujuan atau mengharapkan
balasan apapun kecuali orang yang gila. Orang yang ikhlas adalah orang
melakukan suatu kegiatan untuk mencapai tujuan dan demi mengharapkan suatu
imbalan atau kebaikan yang pasti dan hakiki di masa depan. Bagi orang yang
ikhlas ada tidaknya imbalan kebaikan misalnya berupa materi atau pujian dari
orang tidak akan mempengaruhi kegiatan yang sedang dilakukan. Begitu pun bagi
penulis, seorang penulis harus memiliki hati yang ikhlas dalam menulis. Seorang
penulis harus focus pada mencapai tujuannya dalam menulis dan mengejar
kebaikan-kebaikan yang bersifat pasti dan hakiki di masa depan sebagai akibat
dari kebiasaan menulis. Ada tidak adanya imbalan misalnya berupa materi atau
pujian yang diperoleh saat ini jangan mempengaruhi performa seorang penulis.
Seorang penulis hanya focus mengejar tujuan dan imbalan kebaikan yang hakiki di
masa depan.
12. Jangan Terburu-Buru Menulis
Menulis
merupakan suatu kegiatan yang memerlukan perencanaan dan persiapan yang matang
agar kegiatan menulis berjalan lancar sesuai yang diinginkan. Dalam kegiatan
menulis pun kita usah tergesa-gesa agar dapat mencurahkan semua ide secara utuh
sehingga menghasilkan tulisan yang baik. Setelah menulis pun kita harus
menelaah ulang tulisan kita untuk mencari kesalahan atau kekurangan dari
tulisan kita untuk diperbaiki atau disempurnakan (proses editing). Oleh karena
itu dalam menghasilkan tulisan yang baik perlu proses yang matang dan terukur,
sehingga ketergesagesaan dalam menulis hanya akan menghasilkan tulisan yang
kurang baik; baik dari segi isi, struktur, kebahasaan, diksi, dan lain
sebagainya.
13. Berpikir Positif tentang Tulisan
Ketika
kita menulis hindarilah pikiran-pikiran yang negative seperti merasa pesimis
tentang hasil tulisan, tulisan tidak ada yang membaca, tulisan akan
ditertawakan oleh pembaca, tulisan tidak sesuai dengan kaidah penulisan yang
baik dan benar. Yang harus dilakukan dalam aktivitas menulis apalagi penulis
pemula ada menulis saja jangan menghiraukan perasaan-perasaan negative
tersebut. Malah sebagai penulis kita harus menumbuhkan sikap optimis terhadap
hasil tulisan. Kita harus optimis bahwa kita bisa menghasilkan tulisan yang
baik dan menarik sehingga orang mau membaca tulisan kita.
14. Jangan Maksakan Diri
Kegiatan
menulis bukanlah kegiatan yang bersifat paksaan tetapi kegiatan yang harus
dilakukan dengan kesadaran dan kerelaan hati. Jika menulis dilakukan karena
keterpaksaan tentu hasilnya akan kurang optimal. Beda kalau menulis dilakukan
karena kesadaran dan kerelaan hati tentu kegiatan menulis akan menjadi kegiatan
yang menyenangkan sehingga hasil tulisan menjadi maksimal. Merasa terpaksa beda
dengan memaksakan diri untuk menulis. Merasa terpaksa akan berakibat buruk
terhadap hasil tulisan sedangkan memaksakan diri untuk menulis akan berakibat baik
karena telah berhasil memerangi kemalasan untuk menulis.
15. Jangan Bandingkan Diri dengan Orang Lain
Manusia
itu unik karena tidak ada manusia yang sama persis dengan manusia lain walaupun
saudara kembar. Jadi perbedaan adalah hal yang biasa dan harus ada karena Sang
Pencipta Tuhan Yang Maha Esa menginginkannya. Oleh karena itu perbedaan tidak
bisa dihindari dalam kehidupan. Dalam menulis kita sering terinspirasi dari
tulisan orang lain ketika tulisan tersebut sangat baik ,menarik dan enak
dibaca. Adalah wajar ketika setelah membaca tulisan tersebut kita ingin
menghasilkan tulisan seperti tulisan tersebut, lalu kita meniru gaya tulisan
tersebut dalam membuat karya tulis. Hal yang tidak wajar adalah ketika kita
menginginkan hasil tulisan kita sama dengan tulisan orang lain siapapun
orangnya, baik yang menginspirasi atau tidak karena walaupun bagaiamanapun
hasil tulisan kita akan berbeda dengan hasil tulisan orang lain. Gaya tulisan
kita pasti berbeda dengan gaya tulisan orang lain. Kita tidak mungkin bisa
menyamai hasil tulisan orang lain bagaimanapun caranya. Jadi kita jangan
membandingkan hasil tulisan orang lain dengan tulisan kita sendiri kecuali
untuk mengambil pelajaran yaitu mengambil hal-hal baik dari tulisan orang lain
untuk diterapkan dalam aktivitas diri sendiri dalam menulis.
16. Perhatikan Kesehatan
Kesehatan
adalah anugerah tuhan yang sangat berharga karena Kesehatan adalah sesuatu yang
tidak bisa dibeli dengan harga berapa pun. Kita mungkin mampu membeli fasilitas
Kesehatan seperti dokter, obat-obatan, rumah sakit, tapi kita tidak bisa
membeli Kesehatan. Oleh karena itu jangan sampai kegiatan apapun termasuk
menulis merugikan atau menurunkan kualitas Kesehatan kita. Apalagi tujuan
menulis itu salah satunya untuk meningkatkan kualitas diri penulisnya dimana
Kesehatan salah satu bagian dari kualitas diri seseorang. Menulis bisa membuat kesehatan
seseorang meningkat seperti pada kegiatan menulis ekspresif karena penulis mencurahkan semua perasaan atau isi
hati kedalam tulisan, dimana hal ini akan membuat perasaan lega karena telah
tercurahkan ke dalam bentuk tulisan. Menulis harus dihentikan ketika membuat kesehatan
menurun. Yang dimaksud dihentikan di sini adalah berhenti sementara menulis
untuk mencari cara agar kegiatan menulis tidak merugikan kesehatan. Jika sudah
menemukan cara yang tepat untuk menulis yang tidak merugikan Kesehatan, maka
kita harus segera menulis kembali dengan menggunakan cara tersebut. Oleh karena
itu marilah kita tetap menulis dengan tetap menjaga kesehatan.

