Materi ke-6 pelatihan Belajar Menulis PGRI
gelombang ke-27 disampaikan oleh Bu Rita Wati, S. Kom., seorang guru SMP
sekaligus blogger, penulis, moderator, dan youtuber dari Provinsi Bali. Materi
ke-6 ini bertema “Rahasia Menulis dan Menerbitkan Buku untuk Berprestasi”.
Diharapkan setelah mempelajari materi ini peserta dapat mengetahui rahasia
menulis dan menerbitkannya menjadi buku, kemudian mau mempraktikannya bukan
hanya sekedar pengetahuan belaka.
Keterampilan menulis merupakan keterampilan
yang bisa diperoleh dengan rajin berlatih atau membiasakan diri menulis. Dengan
rajin berlatih menulis, maka penulis pemula akan menjadi penulis yang handal.
Memang tidak mudah bagi penulis pemula untuk rajin menulis. Banyak hambatan
yang dialami oleh para penulis pemula dalam menulis. Hambatan yang dialami
penulis pemula ketika menulis adalah (1) merasa tidak memiliki ide; (2) miskin
kosa kata; (3) suka menunda-nunda menulis; (4) mengalami kebingungan harus
mulai dari mana; (5) bingung mau menulis apa; (6) merasa tidak percaya diri;
(7) merasa tulisannya tidak layak baca.
Semua hambatan tersebut dapat diatasi dengan
rajin membaca dan menulis. Membaca di sini bukan hanya membaca literatur tetapi
juga membaca lingkungan sekitar (lingkungan alam dan lingkungan sosial). Tentu
saja yang dimaksud dengan membaca lingkungan alam dan sosial di sini adalah
melakukan pengamatan secara mendalam terhadap lingkungan alam dan sosial untuk
memperoleh informasi yang lengkap tentang lingkungan alam dan sosial tersebut.
Dengan memiliki informasi yang lengkap yang diperoleh sebagai akibat membaca
literatur dan melakukan pengamatan terhadap lingkungan alam dan sosial maka
kita akan memiliki banyak bahan untuk menulis. Ketika sudah memiliki banyak
bahan untuk menulis, hal yang harus dilakukan adalah langsung menuliskannya
jangan sekali-kali menunda-nunda.
Untuk dapat menulis sehingga berhasil
menerbitkan buku, hal yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:
1.
Memiliki motivasi dan tujuan
seseorang harus memiliki motivasi dan tujuan
dalam menulis. Motivasi merupakan dorongan yang membuat sesorang mau menulis.
Motivasi bisa berasal dari dalam diri (motivasi instrinsik), bisa berasal dari
luar diri (motivasi ekstrinsik). Sedangkan tujuan adalah hal yang ingin dicapai
dalam kegiatan menulis. Semua usaha yang diakukan dalam menulis dilakukan untuk
meraih tujuan ini. Tujuan seseorang
dalam menulis bisa berbeda-beda. Tujuan menulis bisa digolongkan ke dalam 4
jenis, yaitu:
a.
Profit
Profit/keuntungan menjadi tujuan dalam menulis
buku. Keuntungan yang bisa diperoleh adalah keuntungan finansial, sehingga
menulis menjadi jalan untuk memperoleh uang untuk memenuhi hajat hidup.
b.
Tuntutan profesi
Ada beberapa profesi yang mengharuskan orang
yang berprofesi tersebut mahir menulis. Dengan menulis seseorang mendapatkan
pengakuan sebagai profesional, dan dapat meningkatkan karir dengan mudah.
Contoh profesi yang mengharuskan orang yang bekerja di situ mahir menulis
adalah guru dan dosen.
c. Pengakuan
Beberapa orang menulis karena ingin diakui
oleh orang lain atau komunitasnya sebagai orang yang piawai dalam menulis
sehingga menerbitkan banyak buku, artikel, dan jenis literatur lainnya.
d.
Hobi
Sebagian orang menulis itu karena memang dia
memiliki hobi menulis. Bagi orang tersebut hobi adalah kegiatan yang
menyenangkan dan menghibur hati. Dengan menulis mereka melepaskan kegundahan
hati sehingga hati menjadi tenang dan Bahagia.
2.
Mulai menulis hal yang ringan dan diminati
Langkah selanjutnya setelah memiliki motivas
dan tujuan menulis adalah menuliskan apa saja yang ada dalam pikiran. Tulislah
hal yang ringan, mudah, dan dekat dalam kehidupan, seperti tentang sahabat,
keluarga, pekerjaan, kegiatan sehari-hari dan sebagainya. Hal ini sangat
disarankan bagi penulis pemula, Bagi penulis pemula tidak disarankan menulis
dari hal-hal yang berat, serius, dan belum dikuasai.
3.
Tunda mengedit tulisan
Tuangkan dulu semua ide yang ada di kepala ke
dalam bentuk tulisan. Usahakan untuk tidak melakukan pengeditan sebelum semua
ide tertuang. Barulah, ketika semua ide telah tertuang ke dalam tulisan maka
langkah selanjutnya adalah melakukan editing atau perbaikan tulisan seperti
kesalahan ketik, tanda baca, struktur kalimat, pemilihan kata, dan lain
sebagainya.
4.
Berlatih menulis setiap hari
Sangat penting bagi penulis pemula untuk
berlatih menulis setiap hari atau minimal 3 kali seminggu. Hal ini agar
terbiasa melakukan curahan ide ke dalam bentuk tulisan. Untuk awal-awal menulis
bisa menulis 100 kata perhari, jika sudah terbiasa naik menjadi 150 kata,
dilanjutkan menulis pentigraf (3 paragraf) per hari, dan terus bertambang
jumlah katanya sampai mampu menulis 1000 kata per hari.
5.
Membuat peta konsep sebelum menulis
Jika sudah terbiasa menulis maka Langkah
selanjutnya adalah membuat kerangka /peta konsep sebelum menulis. Hal ini
berguna apabila ingin menerbitkan tulisan menjadi buku. Peta konsep ini
dikembangkan dari ide yang akan ditulis. Setelah konsep dibuat, kita
mengembangkan konsep menjadi tulisan yang utuh dan lengkap.
6. Mengikuti
menulis buku antologi
Menulis buku antologi penting dilakukan oleh
pemula. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri dalam menulis.
Berbeda dengan buku solo yang proses penulisannya cukup berat, menulis buku
antologi lebih ringan karena tulisan yang diketik lebih sedikit karena
dikerjakan secara “keroyokan”.
7.
Mengikuti lomba/tantangan menulis
Jika sudah terbiasa menulis kemudian pernah
membuat buku antologi maka proses selanjutnya untuk menjadi penulis yang lebih
mahir adalah mengikuti berbagai lomba atau tantangan menulis. Contoh lomba yang
dapat diikuti adalah lomba penulisan puisi, cerpen, novel, artikel/karya
ilmiah, dan sebagainya. Contoh tantangan yang bisa diikuti adalah tantangan
menulis buku solo di penerbit mayor, tantangan menulis di blog setiap hari, dan
lain-lain.
Selanjutnya agar tulisan lebih berkualitas dan
enak dibaca kita harus memperhatikan kaidah dasar penulisan. Kita harus
mengupayakan agar tulisan sesuai kaidah yang berlaku. Ada banyak kaidah dalam
penulisan namun untuk menyederhanakan masalah kita harus memperhatikan agar
tidak terjadi kesalahan yang umum terjadi dalam penulisan. Kesalahan umum yang
sering terjadi dalam penulisan adalah: (1) penggunaan huruf kapital yang tidak
tepat; (2) paragraph terlalu Panjang, sebaiknya paragraph maksimal sekitar 10
kalimat saja; (3) kesalahan penggunaan tanda baca; (4) kesalahan penggunaan
kata baku; (5) pemborosan kata/kalimat tidak efektif; (6) penggunaan istilah
dari Bahasa asing yang salah; dan (7)
penggunaan kata “di” sering tertukar antara sebagai kata depan dan imbuhan.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa
banyak hambatan yang dialami oleh penulis pemula ketika membiasakan diri
menulis. Hambatan tersebut bisa diatasi dengan banyak membaca, dan setelah mendapatkan
pengetahun/informasi yang cukup, kita harus terus mencurahkannya dalam bentuk
tulisan jangan menunda-nunda. Untuk dapat menulis dan menerbitkan buku hal yang
harus dilakukan oleh penulis pemula adalah: (1) tentukan motivas dan tujuan
menulis; (2) mulai menulis hal yang ringan dan diminati; (3) tuangkan dulu
semua ide, setelah itu baru mengedit tulisan; (4) berlatih menulis setiap hari
secara bertahap; (5) menulis dengan membuat peta konsep/kerangka terlebih
dahulu; (6) bergabung untuk menulis buku antologi; dan (7) mengikuti berbagai
lomba/tantangan menulis.
.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar