Kamis, 27 Oktober 2022

Rahasia Mudah Menulis dan Menerbitkan Buku untuk Berprestasi

 


Materi ke-6 pelatihan Belajar Menulis PGRI gelombang ke-27 disampaikan oleh Bu Rita Wati, S. Kom., seorang guru SMP sekaligus blogger, penulis, moderator, dan youtuber dari Provinsi Bali. Materi ke-6 ini bertema “Rahasia Menulis dan Menerbitkan Buku untuk Berprestasi”. Diharapkan setelah mempelajari materi ini peserta dapat mengetahui rahasia menulis dan menerbitkannya menjadi buku, kemudian mau mempraktikannya bukan hanya sekedar pengetahuan belaka.

Keterampilan menulis merupakan keterampilan yang bisa diperoleh dengan rajin berlatih atau membiasakan diri menulis. Dengan rajin berlatih menulis, maka penulis pemula akan menjadi penulis yang handal. Memang tidak mudah bagi penulis pemula untuk rajin menulis. Banyak hambatan yang dialami oleh para penulis pemula dalam menulis. Hambatan yang dialami penulis pemula ketika menulis adalah (1) merasa tidak memiliki ide; (2) miskin kosa kata; (3) suka menunda-nunda menulis; (4) mengalami kebingungan harus mulai dari mana; (5) bingung mau menulis apa; (6) merasa tidak percaya diri; (7) merasa tulisannya tidak layak baca.

Semua hambatan tersebut dapat diatasi dengan rajin membaca dan menulis. Membaca di sini bukan hanya membaca literatur tetapi juga membaca lingkungan sekitar (lingkungan alam dan lingkungan sosial). Tentu saja yang dimaksud dengan membaca lingkungan alam dan sosial di sini adalah melakukan pengamatan secara mendalam terhadap lingkungan alam dan sosial untuk memperoleh informasi yang lengkap tentang lingkungan alam dan sosial tersebut. Dengan memiliki informasi yang lengkap yang diperoleh sebagai akibat membaca literatur dan melakukan pengamatan terhadap lingkungan alam dan sosial maka kita akan memiliki banyak bahan untuk menulis. Ketika sudah memiliki banyak bahan untuk menulis, hal yang harus dilakukan adalah langsung menuliskannya jangan sekali-kali menunda-nunda.

Untuk dapat menulis sehingga berhasil menerbitkan buku, hal yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:

1.      Memiliki motivasi dan tujuan

seseorang harus memiliki motivasi dan tujuan dalam menulis. Motivasi merupakan dorongan yang membuat sesorang mau menulis. Motivasi bisa berasal dari dalam diri (motivasi instrinsik), bisa berasal dari luar diri (motivasi ekstrinsik). Sedangkan tujuan adalah hal yang ingin dicapai dalam kegiatan menulis. Semua usaha yang diakukan dalam menulis dilakukan untuk meraih tujuan ini.  Tujuan seseorang dalam menulis bisa berbeda-beda. Tujuan menulis bisa digolongkan ke dalam 4 jenis, yaitu:

a.      Profit

Profit/keuntungan menjadi tujuan dalam menulis buku. Keuntungan yang bisa diperoleh adalah keuntungan finansial, sehingga menulis menjadi jalan untuk memperoleh uang untuk memenuhi hajat hidup.

b.      Tuntutan profesi

Ada beberapa profesi yang mengharuskan orang yang berprofesi tersebut mahir menulis. Dengan menulis seseorang mendapatkan pengakuan sebagai profesional, dan dapat meningkatkan karir dengan mudah. Contoh profesi yang mengharuskan orang yang bekerja di situ mahir menulis adalah guru dan dosen.

c.       Pengakuan

Beberapa orang menulis karena ingin diakui oleh orang lain atau komunitasnya sebagai orang yang piawai dalam menulis sehingga menerbitkan banyak buku, artikel, dan jenis literatur lainnya.

d.      Hobi

Sebagian orang menulis itu karena memang dia memiliki hobi menulis. Bagi orang tersebut hobi adalah kegiatan yang menyenangkan dan menghibur hati. Dengan menulis mereka melepaskan kegundahan hati sehingga hati menjadi tenang dan Bahagia.

2.      Mulai menulis hal yang ringan dan diminati

Langkah selanjutnya setelah memiliki motivas dan tujuan menulis adalah menuliskan apa saja yang ada dalam pikiran. Tulislah hal yang ringan, mudah, dan dekat dalam kehidupan, seperti tentang sahabat, keluarga, pekerjaan, kegiatan sehari-hari dan sebagainya. Hal ini sangat disarankan bagi penulis pemula, Bagi penulis pemula tidak disarankan menulis dari hal-hal yang berat, serius, dan belum dikuasai.

3.      Tunda mengedit tulisan

Tuangkan dulu semua ide yang ada di kepala ke dalam bentuk tulisan. Usahakan untuk tidak melakukan pengeditan sebelum semua ide tertuang. Barulah, ketika semua ide telah tertuang ke dalam tulisan maka langkah selanjutnya adalah melakukan editing atau perbaikan tulisan seperti kesalahan ketik, tanda baca, struktur kalimat, pemilihan kata, dan lain sebagainya.

4.      Berlatih menulis setiap hari

Sangat penting bagi penulis pemula untuk berlatih menulis setiap hari atau minimal 3 kali seminggu. Hal ini agar terbiasa melakukan curahan ide ke dalam bentuk tulisan. Untuk awal-awal menulis bisa menulis 100 kata perhari, jika sudah terbiasa naik menjadi 150 kata, dilanjutkan menulis pentigraf (3 paragraf) per hari, dan terus bertambang jumlah katanya sampai mampu menulis 1000 kata per hari.

5.      Membuat peta konsep sebelum menulis

Jika sudah terbiasa menulis maka Langkah selanjutnya adalah membuat kerangka /peta konsep sebelum menulis. Hal ini berguna apabila ingin menerbitkan tulisan menjadi buku. Peta konsep ini dikembangkan dari ide yang akan ditulis. Setelah konsep dibuat, kita mengembangkan konsep menjadi tulisan yang utuh dan lengkap.

6.      Mengikuti menulis buku antologi

Menulis buku antologi penting dilakukan oleh pemula. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri dalam menulis. Berbeda dengan buku solo yang proses penulisannya cukup berat, menulis buku antologi lebih ringan karena tulisan yang diketik lebih sedikit karena dikerjakan secara “keroyokan”.

7.      Mengikuti lomba/tantangan menulis

Jika sudah terbiasa menulis kemudian pernah membuat buku antologi maka proses selanjutnya untuk menjadi penulis yang lebih mahir adalah mengikuti berbagai lomba atau tantangan menulis. Contoh lomba yang dapat diikuti adalah lomba penulisan puisi, cerpen, novel, artikel/karya ilmiah, dan sebagainya. Contoh tantangan yang bisa diikuti adalah tantangan menulis buku solo di penerbit mayor, tantangan menulis di blog setiap hari, dan lain-lain.

Selanjutnya agar tulisan lebih berkualitas dan enak dibaca kita harus memperhatikan kaidah dasar penulisan. Kita harus mengupayakan agar tulisan sesuai kaidah yang berlaku. Ada banyak kaidah dalam penulisan namun untuk menyederhanakan masalah kita harus memperhatikan agar tidak terjadi kesalahan yang umum terjadi dalam penulisan. Kesalahan umum yang sering terjadi dalam penulisan adalah: (1) penggunaan huruf kapital yang tidak tepat; (2) paragraph terlalu Panjang, sebaiknya paragraph maksimal sekitar 10 kalimat saja; (3) kesalahan penggunaan tanda baca; (4) kesalahan penggunaan kata baku; (5) pemborosan kata/kalimat tidak efektif; (6) penggunaan istilah dari Bahasa asing yang salah;  dan (7) penggunaan kata “di” sering tertukar antara sebagai kata depan dan imbuhan.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa banyak hambatan yang dialami oleh penulis pemula ketika membiasakan diri menulis. Hambatan tersebut bisa diatasi dengan banyak membaca, dan setelah mendapatkan pengetahun/informasi yang cukup, kita harus terus mencurahkannya dalam bentuk tulisan jangan menunda-nunda. Untuk dapat menulis dan menerbitkan buku hal yang harus dilakukan oleh penulis pemula adalah: (1) tentukan motivas dan tujuan menulis; (2) mulai menulis hal yang ringan dan diminati; (3) tuangkan dulu semua ide, setelah itu baru mengedit tulisan; (4) berlatih menulis setiap hari secara bertahap; (5) menulis dengan membuat peta konsep/kerangka terlebih dahulu; (6) bergabung untuk menulis buku antologi; dan (7) mengikuti berbagai lomba/tantangan menulis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ini Takdir

Disclaimer:  Tulisan ini bukan untuk menggurui tetapi hanya sekedar berbagi pengalaman dan pemahaman mengenai esesnsi dari takdir. Saya pun ...