Minggu, 23 Oktober 2022

Menulis itu Mudah

 



Materi ke- 26 Pelatihan Belajar Menulis PGRI Gelombang ke-27 bertema “menulis itu mudah” dimoderatori oleh Bu Yandri Novita Sari dan sebagai Narasumber adalah Guru Besar UIN Tulungagung Jawa Timur Prof. Dr. Ngainin Naim, S.Ag., M.H.I., (Prof. Naim). Materi ini disampaikan pada tanggal 19 Oktober 2022 puku 19.30-21.00 WIB.

Menurut Prof. Naim pernyataan menulis itu mudah merupakan pernyataan yang nilai kebenarannya bersifat relative dan bersyarat . Relatif disini berarti menulis itu mudah bagi orang yang terbiasa menulis dan bagi orang yang menulis hal-hal yang dikuasai atau menjadi kebiasaannya. Menulis akan tidak mudah atau sulit bagi orang yang tidak terbiasa menulis atau bagi orang yang menulis hal-hal yang tidak dikuasai atau kebiasaanya. Sebagai contoh, orang yang terbiasa menulis karya fiksi seperti puisi atau cerpen akan kesulitan ketika menulis karya non fiksi seperti laporan penelitian, makalah, artikel dan sebagainya. Bersyarat di sini artinya menulis akan terasa mudah apabila memenuhi persyaratannya. Jika persyaratan ini tidak terpenuhi maka kegiatan menulis akan tetap terasa sulit.

Berikut adalah persyaratan agar kegiatan menulis menjadi kegiatan yang mudah untuk dilakukakan.

1.      Memiliki motivasi yang kuat

Motivasi merupakan pendorong seseorang mau menulis. Tanpa adanya motivasi kegiatan menulis tidak akan dapat dilakukan. Motivasi yang dimiliki sebaiknya motivasi yang kuat agar menjadi pendorong untuk menulis secara gigih dan pantang menyerah. Motivasi menulis itu bermacam-macam bisa dari keinginan untuk mendapatkan keuntungan finansial, ingin terkenal, pemenuhan syarat profesionalisme, pemenuhan syarat kenaikan pangkat, dan sebagainya. Dengan memiliki motivasi yang kuat kegiatan menulis akan terasa ringan atau mudah untuk dilakukan.

2.      Meyakini bahwa menulis itu anugerah Tuhan Yang Maha Esa

Kemampuan menulis merupakan suatu anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa. Menulis merupakan kegiatan yang tidak bisa dilakukan oleh setiap orang, sehingga orang yang mampu menulis bisa dikatakan sebagai orang yang telah mendapatkan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa. Sebagai sebuah anugerah Tuhan kemampuan menulis memiliki manfaat yang sangat banyak, baik bagi dirinya maupun bagi orang lain. Manfaat menulis bagi diri sendiri adalah menulis bisa meningkatkan kualitas diri, mendatangkan berbagai keuntungan seperti memperoleh tambahan finansial, meningkatan kepopuleran, melancarkan perolehan pangkat atau jabatan. Adapun keuntungan menulis bagi orang lain adalah pembaca tulisan kita akan bertambah pengetahuan dan wawasannya tentang materi yang dibahas dalam tulisan kita.

3.      Meyakini menulis bisa mendatangkan keajaiban dalam hidup

Menulis merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat dan bisa mendatangkan berbagai keajaiban. Keajaiban yang dimaksud di sini adalah menulis bisa mendatangkan hal-hal yang tidak diduga sebelumnya. Dengan menulis banyak hal yang mustahil kita peroleh tetapi ternyata mampu kita peroleh dan ini tanpa diduga sebelumnya. Begitu banyak orang yang memperoleh keuntungan dan keajaiban dalam hidupnya sebagai akibat konsisten dalam menulis. Sebagai contoh Narasumber kita kali ini yaitu Prof. Naim, beliau memperoleh banyak keuntungan dan keajaiban yaitu menjadi profesor sebagai akibat konsisten dalam menulis dari dulu ketika menjadi mahasiswa hingga saat ini.

4.      Pantang menyerah

Setiap aktivitas positif pasti memiliki kesulitan dalam pelaksanaannya, dan ini merupakan hal yang biasa karena kesulitan tersebut adalah hal yang tidak bisa dihindari. Sebagai kegiatan yang positif, aktivitas menulis memiliki kesulitan dalam pelaksanaannya. Kesulitan dalam menulis adalah tidak memiliki waktu untuk menulis, tidak terbiasa menulis, merasa tidak mampu menulis, takut hasil tulisan jelek, hasil tulisan takut ditertawakan, tidak memiliki ide, dan kekurangan materi atau bahan untuk menulis. Kesulitan dalam menulis ini jangan menjadi hambatan kita dalam menulis karena justru kesulitan ini membuat kita lebih tertantang untuk menaklukkan kesulitan-kesulitan tersebut. Kesulitan kesulitan tersebut pasti bisa diatasi asalkan kita memiliki sikap pantang menyerah ketika menemui kesulitan tersebut. Sikap pantang menyerah inilah yang akan membuat aktivitas menulis menjadi kegiatan rutin atau berkelanjutan. Ketika berhasil menaklukkan berbagai kesulitan tadi maka kemampuan kita dalam menulis akan terus meningkat sehingga berimbas pada peningkatan kualitas dan bisa juga pada kuantitas tulisan. Oleh karena itu adanya kesulitan justru merupakan peluang kita untuk meningkatkan kualitas menulis dengan cara memiliki sikap pantang menyerah dalam menjalani aktivitas menulis.

5.      Berjejaring

Menulis merupakan kegiatan yang memerlukan keterlibatan orang lain karena pada akhirnya hasil tulisan kita akan dibaca oleh orang lain. Memang kita bisa menulis dimana tulisan kita tidak perlu dibaca orang lain seperti menulis diari, tetapi menulis hanya untuk catatan pribadi tanpa perlu dibaca orang lain tidak akan meningkatkan kualitas diri penulisnya dan kebermanfaatannya pun sangat kurang. Oleh karena itu agar menulis dapat meningkatkan kualitas diri penulisnya dan tulisan bermanfaat bagi orang lain maka menulis harus ditujukan untuk dibaca orang lain, dan diharapkan dengan membaca tulisan kita pembaca akan memperoleh manfaat. Untuk mampu menulis dan menghasilkan tulisan yang berkualitas kita perlu memiliki jaringan teman untuk berkolaborasi. Jaringan yang perlu dimiliki oleh seorang penulis di antaranya adalah memiliki teman atau kenalan sesama penulis, editor buku, ilustrator atau cover designer, dan karyawan penerbit buku. Jika tidak memiliki semua teman tersebut maka hanya memiliki teman sesama penulis sudah cukup untuk meningkat kualitas menulis. Dengan memiliki teman atau jejaring membuat kegiatan menulis akan lebih mudah dilakukan karena terinspirasi dari ide jejaring kita. Kualitas penulisan dan bisa juga kuantitas tulisan pun akan semakin baik karena tulisan kita bisa dibagikan untuk diberikan umpan balik dari jejaring kita. Di samping itu manfaat yang tidak kalah hebatnya kalau kita berjejaring adalah terjaganya semangat kita dalam menulis karena terpicu oleh teman di jejaring kita yang sering berbagi informasi tentang keberhasilan menerbitkan tulisannya menjadi buku atau di media masa lainnya.

6.      Fokus pada kuantitas tulisan

Menulis merupakan kegiatan yang harus dilakukan dengan focus tanpa diselingi atau bersamaan dengan kegiatan lain. Jadi hal yang harus dihindari ketika menulis adalah menulis sambil melakukan aktivitas lain seperti melakukan perbaikan tulisan (editing). Menulis dan melakukan editing merupakan dua kegiatan yang berbeda sehingga ketika menulis dilakukan bersamaan dengan melakukan editing maka kegiatan menulis akan terganggu sehingga tulisan akan sulit selesai. Yang harus dilakukan oleh penulis apatah lagi penulis pemula adalah menulis sebanya-banyaknya dan sesering mungkin. Ketika menulis jangan sesekali melakukan kegiatan lain seperti mengedit contohnya karena akan berdampak pada kuantitas tulisan kita. Ketika menulis kita jangan berpikir tentang kualitas tulisan karena kualitas tulisan akan mengikuti seiring jumlah tulisan yang kita tulis. Ketika tulisan selesai barulah melakukan aktivitas yang lain seperti melakukan editing, membuat desain atau ilustrasi jilid buku, dan seterusnya.

Kesimpulan dari materi pelatihan ini adalah menulis itu mudah dilakukan jika memenuhi berbagai  persyaratan berikut, yaitu (1) memiliki motivasi yang kuat; (2) meyakini menulis merupakan anugerah dari Tuhan YME; (3) meyakini menulis bisa mendatangkan keajaiban dalam hidup; (4) pantang menyerah; (5) berjejaring; dan (6) focus pada kuantitas tulisan.

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ini Takdir

Disclaimer:  Tulisan ini bukan untuk menggurui tetapi hanya sekedar berbagi pengalaman dan pemahaman mengenai esesnsi dari takdir. Saya pun ...