Materi ke-
26 Pelatihan Belajar Menulis PGRI Gelombang ke-27 bertema “menulis itu mudah”
dimoderatori oleh Bu Yandri Novita Sari dan sebagai Narasumber adalah Guru
Besar UIN Tulungagung Jawa Timur Prof. Dr. Ngainin Naim, S.Ag., M.H.I., (Prof.
Naim). Materi ini disampaikan pada tanggal 19 Oktober 2022 puku 19.30-21.00
WIB.
Menurut
Prof. Naim pernyataan menulis itu mudah merupakan pernyataan yang nilai
kebenarannya bersifat relative dan bersyarat . Relatif disini berarti menulis
itu mudah bagi orang yang terbiasa menulis dan bagi orang yang menulis hal-hal
yang dikuasai atau menjadi kebiasaannya. Menulis akan tidak mudah atau sulit
bagi orang yang tidak terbiasa menulis atau bagi orang yang menulis hal-hal
yang tidak dikuasai atau kebiasaanya. Sebagai contoh, orang yang terbiasa
menulis karya fiksi seperti puisi atau cerpen akan kesulitan ketika menulis
karya non fiksi seperti laporan penelitian, makalah, artikel dan sebagainya.
Bersyarat di sini artinya menulis akan terasa mudah apabila memenuhi
persyaratannya. Jika persyaratan ini tidak terpenuhi maka kegiatan menulis akan
tetap terasa sulit.
Berikut
adalah persyaratan agar kegiatan menulis menjadi kegiatan yang mudah untuk
dilakukakan.
1. Memiliki motivasi yang kuat
Motivasi
merupakan pendorong seseorang mau menulis. Tanpa adanya motivasi kegiatan
menulis tidak akan dapat dilakukan. Motivasi yang dimiliki sebaiknya motivasi
yang kuat agar menjadi pendorong untuk menulis secara gigih dan pantang
menyerah. Motivasi menulis itu bermacam-macam bisa dari keinginan untuk
mendapatkan keuntungan finansial, ingin terkenal, pemenuhan syarat
profesionalisme, pemenuhan syarat kenaikan pangkat, dan sebagainya. Dengan
memiliki motivasi yang kuat kegiatan menulis akan terasa ringan atau mudah
untuk dilakukan.
2. Meyakini bahwa menulis itu anugerah Tuhan Yang
Maha Esa
Kemampuan
menulis merupakan suatu anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa. Menulis merupakan
kegiatan yang tidak bisa dilakukan oleh setiap orang, sehingga orang yang mampu
menulis bisa dikatakan sebagai orang yang telah mendapatkan anugerah dari Tuhan
Yang Maha Esa. Sebagai sebuah anugerah Tuhan kemampuan menulis memiliki manfaat
yang sangat banyak, baik bagi dirinya maupun bagi orang lain. Manfaat menulis
bagi diri sendiri adalah menulis bisa meningkatkan kualitas diri, mendatangkan
berbagai keuntungan seperti memperoleh tambahan finansial, meningkatan
kepopuleran, melancarkan perolehan pangkat atau jabatan. Adapun keuntungan
menulis bagi orang lain adalah pembaca tulisan kita akan bertambah pengetahuan
dan wawasannya tentang materi yang dibahas dalam tulisan kita.
3. Meyakini menulis bisa mendatangkan keajaiban
dalam hidup
Menulis
merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat dan bisa mendatangkan berbagai keajaiban.
Keajaiban yang dimaksud di sini adalah menulis bisa mendatangkan hal-hal yang
tidak diduga sebelumnya. Dengan menulis banyak hal yang mustahil kita peroleh tetapi
ternyata mampu kita peroleh dan ini tanpa diduga sebelumnya. Begitu banyak
orang yang memperoleh keuntungan dan keajaiban dalam hidupnya sebagai akibat
konsisten dalam menulis. Sebagai contoh Narasumber kita kali ini yaitu Prof. Naim,
beliau memperoleh banyak keuntungan dan keajaiban yaitu menjadi profesor
sebagai akibat konsisten dalam menulis dari dulu ketika menjadi mahasiswa hingga
saat ini.
4. Pantang menyerah
Setiap
aktivitas positif pasti memiliki kesulitan dalam pelaksanaannya, dan ini
merupakan hal yang biasa karena kesulitan tersebut adalah hal yang tidak bisa
dihindari. Sebagai kegiatan yang positif, aktivitas menulis memiliki kesulitan
dalam pelaksanaannya. Kesulitan dalam menulis adalah tidak memiliki waktu untuk
menulis, tidak terbiasa menulis, merasa tidak mampu menulis, takut hasil
tulisan jelek, hasil tulisan takut ditertawakan, tidak memiliki ide, dan
kekurangan materi atau bahan untuk menulis. Kesulitan dalam menulis ini jangan
menjadi hambatan kita dalam menulis karena justru kesulitan ini membuat kita
lebih tertantang untuk menaklukkan kesulitan-kesulitan tersebut. Kesulitan
kesulitan tersebut pasti bisa diatasi asalkan kita memiliki sikap pantang
menyerah ketika menemui kesulitan tersebut. Sikap pantang menyerah inilah yang
akan membuat aktivitas menulis menjadi kegiatan rutin atau berkelanjutan.
Ketika berhasil menaklukkan berbagai kesulitan tadi maka kemampuan kita dalam
menulis akan terus meningkat sehingga berimbas pada peningkatan kualitas dan
bisa juga pada kuantitas tulisan. Oleh karena itu adanya kesulitan justru
merupakan peluang kita untuk meningkatkan kualitas menulis dengan cara memiliki
sikap pantang menyerah dalam menjalani aktivitas menulis.
5. Berjejaring
Menulis
merupakan kegiatan yang memerlukan keterlibatan orang lain karena pada akhirnya
hasil tulisan kita akan dibaca oleh orang lain. Memang kita bisa menulis dimana
tulisan kita tidak perlu dibaca orang lain seperti menulis diari, tetapi
menulis hanya untuk catatan pribadi tanpa perlu dibaca orang lain tidak akan
meningkatkan kualitas diri penulisnya dan kebermanfaatannya pun sangat kurang.
Oleh karena itu agar menulis dapat meningkatkan kualitas diri penulisnya dan
tulisan bermanfaat bagi orang lain maka menulis harus ditujukan untuk dibaca
orang lain, dan diharapkan dengan membaca tulisan kita pembaca akan memperoleh
manfaat. Untuk mampu menulis dan menghasilkan tulisan yang berkualitas kita
perlu memiliki jaringan teman untuk berkolaborasi. Jaringan yang perlu dimiliki
oleh seorang penulis di antaranya adalah memiliki teman atau kenalan sesama
penulis, editor buku, ilustrator atau cover designer, dan karyawan penerbit
buku. Jika tidak memiliki semua teman tersebut maka hanya memiliki teman sesama
penulis sudah cukup untuk meningkat kualitas menulis. Dengan memiliki teman
atau jejaring membuat kegiatan menulis akan lebih mudah dilakukan karena
terinspirasi dari ide jejaring kita. Kualitas penulisan dan bisa juga kuantitas
tulisan pun akan semakin baik karena tulisan kita bisa dibagikan untuk
diberikan umpan balik dari jejaring kita. Di samping itu manfaat yang tidak
kalah hebatnya kalau kita berjejaring adalah terjaganya semangat kita dalam
menulis karena terpicu oleh teman di jejaring kita yang sering berbagi informasi
tentang keberhasilan menerbitkan tulisannya menjadi buku atau di media masa
lainnya.
6. Fokus pada kuantitas tulisan
Menulis
merupakan kegiatan yang harus dilakukan dengan focus tanpa diselingi atau
bersamaan dengan kegiatan lain. Jadi hal yang harus dihindari ketika menulis
adalah menulis sambil melakukan aktivitas lain seperti melakukan perbaikan
tulisan (editing). Menulis dan melakukan editing merupakan dua kegiatan yang
berbeda sehingga ketika menulis dilakukan bersamaan dengan melakukan editing
maka kegiatan menulis akan terganggu sehingga tulisan akan sulit selesai. Yang
harus dilakukan oleh penulis apatah lagi penulis pemula adalah menulis
sebanya-banyaknya dan sesering mungkin. Ketika menulis jangan sesekali
melakukan kegiatan lain seperti mengedit contohnya karena akan berdampak pada
kuantitas tulisan kita. Ketika menulis kita jangan berpikir tentang kualitas
tulisan karena kualitas tulisan akan mengikuti seiring jumlah tulisan yang kita
tulis. Ketika tulisan selesai barulah melakukan aktivitas yang lain seperti
melakukan editing, membuat desain atau ilustrasi jilid buku, dan seterusnya.
Kesimpulan
dari materi pelatihan ini adalah menulis itu mudah dilakukan jika memenuhi
berbagai persyaratan berikut, yaitu (1)
memiliki motivasi yang kuat; (2) meyakini menulis merupakan anugerah dari Tuhan
YME; (3) meyakini menulis bisa mendatangkan keajaiban dalam hidup; (4) pantang
menyerah; (5) berjejaring; dan (6) focus pada kuantitas tulisan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar