Materi ke-30 Pelatihan Belajar
Menulis dimoderatori oleh Bu Lely Suryani, S.Pd.SD seorang guru dari
Banjarnegara Jawa Tengah, dengan Narasumber adalah Pak Bambang Purwanto, S.Pd.,
Gr., seorang guru SMP dari Kota Bandung Jawa Barat. Pak Bambang Purwanto ini
lebih dikenal dengan sebutan Mr. Bams; seorang guru dari sekolah yang telah
menerapkan digitalisasi gerakan literasi di sekolahnya. Oleh karena itu
pemaparan narasumber lebih didominasi oleh pengalaman beliau dalam menerapkan
digitalisasi gerakan literasi di sekolahnya.
Dalam pemaparannya Mr. Bams
menjelaskan bahwa Gerakan literasi ini direvitalisasi melalui regulasi yang
dikeluarkan oleh Mendikbud berupa Permendikbud No. 23 tentang Penanaman Budi
Pekerti di sekolah melalui gerakan literasi di sekolah pada tahun 2015. Dalam
Permendikbud tersebut sekolah harus menumbuhkan kemampuan literasi siswa dengan
melakukkan kegiatan membaca buku non pelajaran selama 15 menit sebelum
pembelajaran dimulai setiap hari. Selain melakukan pembiasaan literasi seperti
itu, satuan pendidikan atau sekolah dipersilakan untuk berkreasi/berinovasi
dalam peningkatan kemampuan literasi siswa. SMP Taruna Bakti, yaitu sekolah Mr.
Bams melakukan inovasi Gerakan literasi ini dengan melakukan kegiatan literasi
yang berbeda-beda dalam setiap harinya dan kegiatan literasi siswa yang berupa menulis
menggunakan media digital atau internet. Siswa menulis menggunakan platform
google form yang tautannya dibagikan oleh guru, kemudian guru merekap hasil
tulisan siswa di google form tersebut, hasil rekapannya diunggah dilaman yang dimiliki oleh sekolah.
Adapun inovasi gerakan literasi yang
dilakukan di sekolah Mr. Bams adalah siswa berliterasi selama 25 menit sebelum
pembelajaran dimulai dari pukul 07.10-07.35 setiap hari. Berikut adalah
rinciannya.
1. Hari Senin
Siswa membaca kitab suci dan terjemahannya sesuai dengan
agama yang dianutnya. Kegiatan membaca ini dilakukan di ruang kelas masing
masing siswa. Bagi yang beragama islam sebelum membaca kitab suci (Al-Quran)
dipersilahkan untuk wudlu dulu di tempat yang telah disediakan. Kitab suci dan
terjemahannya di sediakan oleh sekolah sehingga siswa tidak perlu membawanya
dari rumah masing-masing. Kegiatan membaca kitab suci dan terjemahannya ini disamping
meningkatkan kemampuan literasi juga dapat meningkatkan sikap relijius pada
diri siswa. Setelah 15 menit kegiatan membaca kitab suci dan terjemahannya
selesai, dan siswa menuliskan laporan tentang apa yang dibaca dan kesan
terhadap apa yang dibaca pada kitab suci dan terjemahannya di Google Form melalui
gawai yang dimiliki oleh setiap siswa. Tautan Google Form ini telah diberikan
sebelumnya di grup WhatsApp kelas masing-masing. Siswa diberikan waktu untuk
menuliskan laporan ini selama 10 menit.
2. Hari Selasa
Pada hari Selasa kegiatan literasi yang dilakukan adalah siswa
Bersama-sama menonton video cerita dari Youtube. Video yang ditonton adalah
video yang berkonten cerita fiksi atau nonfiksi yang dapat menambah khazanah
pengetahuan siswa. Kegiatan menonton video di Youtube ini dilakukan bukan
dengan menggunakan gawai yang dimiliki siswa tetapi menggunakan layar televisi
besar yang disediakan di setiap kelas. Jadi dalam menonton video di Youtube ini
siswa tidak bisa memilih video sesuka hati tetapi telah ditetapkan dan
ditayangkan oleh sekolah melalui layar televisi besar tersebut. Setelah
menonton video siswa dipersilahkan untuk menuliskan laporannya berupa ringkasan
konten video ditonton, kesan terhadap konten video, pesan atau amanat yang
ditemukan dalam video. Laporan ini ditulis sama seperti pada hari Senin yaitu
pada Google Form yang tautannya telah dibagikan sebelumnya.
3. Hari Rabu
Pada hari Rabu ini siswa dipersilahkan membaca buku sesuai
keinginan mereka sendiri. Siswa bisa memperoleh buku yang diinginkan dengan
meminjam ke perpustakaan atau membawa sendiri buku. Karena waktu membaca hanya
15 menit maka satu buku bisa dibaca untuk berhari-hari. Oleh karena itu jika
setelah membaca buku selama 15 menit belum tamat maka bisa dilanjutkan
membacanya untuk hari rabu depan. Untuk yang mau membaca buku dari perpustakan
maka siswa tersebut harus meminjam buku minimal sehari sebelumnya karena tidak
akan cukup waktu 15 menit untuk mencari-cari buku yang diinginkan kemudian
membacanya. Setelah 15 menit membaca siswa dipersilahkan untuk menulis
ringkasan konten yang baca, kesan terhadap konten bacaan, dan pesan atau kesan
setelah membaca buku melalui Google Form.
4. Hari Kamis
Siswa diajak oleh guru untuk menyimak cerita dalam Bahasa
Sunda atau Bahasa Inggris di kelas masing-masing yang dibacakan oleh guru.
Cerita dalam Bahasa Sunda dan Inggris diberikan secara selang-seling. Jika
Kamis ini cerita dalam Bahasa Sunda maka kamis depan dalam Bahasa Inggris. Kegiatan
ini selain untuk meningkatan kemapuan literasi siswa juga bertujuan untuk
menanamkan kecintaan kepada budaya local dan untuk meningkatkan keterampilan
berbahasa Sunda dan Bahasa Inggris. Setelah menyimak cerita siswa dipersilahkan
menuliskan laporan kegiatan menyimaknya.
5. Hari Jumat
SMP Taruna Bakti merupakan sekolah yang menerapkan sistem
waktu pembelajaran selama 5 hari dalam satu pekan; mulai dari hari senin sampai
Jumat. Pada hari jumat kegiatan literasi yang dilakukan adalah siswa
mencurahkan semua perasaannya setelah mengalami bersekolah selama 4 hari dari
Senin sampai kamis. Siswa dipersilahkan untuk menceritakan pengalamannya baik
di rumah, di perjalan pulang atau pergi ke sekolah, dan selama belajar di
sekolah. Siswa bukan hanya menceritakan pengalaman tetapi juga menceritakan
perasaannya tentang hal-hal yang dialami tadi secara jujur. Menceritakan
pengalaman dan perasaan tentang hal yang dialami ini tulis dalam Google Form
melalui gawai masing masing siswa. Semua laporan kegiatan literasi siswa dari
hari senin sampai Jumat ditulis dalam Google Form di gawai masing-masing siswa
untuk kemudian direkap dan hasil rekapnya diunggah di laman sekolah oleh guru
yang ditugaskan mengelola laman sekolah tersebut.
Selain melakukan aktivitas literasi harian seperti disebutkan di atas,
siswa pun melakukan kegiatan literasi secara khusus dengan guru wali kelas atau
mata pelajarannya. Mr. Bams sebagai guru di sekolah tersebut pun tak ketinggalan
untuk melakukan inovasi Gerakan literasi kepada para anak didiknya.
Inovasi yang dilakukan oleh Mr. Bams adalah meminta siswa melakukan
refleksi setelah pembelajaran Bersama dengan Mr. Bams. Refleksi ini untuk
mengetahui kelebihan dan kekurangan diri siswa dan guru sendiri yaitu Mr. Bams.
Dimana setelah siswa mengetahui kelebihan dirinya dalam belajar akan berusaha
mempertahankan kelebihan yang telah dimiliki bahkan berusaha untuk meningkatkannya.
Jika siswa mengetahui kekurangan diri dalam belajar, siswa akan berusaha untuk
meningkatkannya dalam pembelajaran berikutnya.
Begitu juga dengan guru, jika menurut siswa guru memiliki kelebihan dalam
mengajar maka guru akan berusaha untuk mempertahankan bahkan meningkatkannya.
Jika dalam mengajar guru memiliki kekurangan maka guru akan berusaha maksimal
untuk meningkatkan kualitas pengajarannya.
Refleksi siswa ditulis setiap selesai pembelajaran Bersama Mr. Bams pada
google form menggunakan gawai yang dimiliki siswa. Waktu menulis refleksi
adalah di luar jam pembelajaran; bisa waktu sebelum masuk sekolah, waktu
istirahan, atau waktu setelah jam sekolah yaitu di rumah masing-masing.
Refleksi siswa yang sudah terkumpul kemudian oleh Mr. Bams direkap dan
rekapannya diunggah di blog pribadi yang dimiliki oleh Mr. Bams. Siswa bisa
berkunjung kapan pun ke blog Mr. Bams untuk melihat hasil refleksi yang telah
ditulis.
Mr. Bams memberikan poin 10 bagi siswa yang telah menulis satu refleksi.
Banyaknya poin yang diperoleh siswa menjadi salah satu pertimbangan
keberhasilan diri siswa dalam peningkatan kemampuan literasi dan keberhasilan
guru dalam meningkatkan kemampuan literasi siswa.
Gerakan literasi di sekolah Mr. Bams ini perlu kita tiru agar siswa memiliki
kemampuan literasi yang tinggi sebagai salah satu syarat pencapaian sumber daya
manusia yang unggul. Tentu saja kita jangan meniru secara utuh tapi
dimodifikasi atau diadaptasi agar sesuai dengan kondisi sekolah kita
masing-masing. Kunci dari keberhasilan suatu program adalah bagaimana
menyinergikan antara semua sumber daya yang dimiliki untuk mencapai tujuan
program melalui kepemimpinan yang baik. Gerakan literasi akan berhasil jika
kepala sekolah mampu menyinergikan semua sumber daya yang dimiliki sekolah
untuk mencapai tujuan Gerakan literasi yang telah ditetapkan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar