Senin, 28 November 2022

Motivasi Menulis dan Menerbitkan Buku


 

Materi ke-9 pelatihan Belajar menulis PGRI Gelombang Ke-27 adalah “Menulis dan Menerbitkan Buku” yang disampaikan oleh Pak Dail Ma’ruf dan sebagai moderator adalah Pak Muliadi. Sebenarnya materi ke-9 ini akan disampaikan oleh Prof Ngainin Naim dengan materi “Menulis Itu Mudah”, tetapi karena beliau berhalangan hadir karena ada kegiatan yang tidak bisa ditunda, pelatihan dinarasumberi oleh Pak Dail dengan tema materi berbeda yang telah disebutkan tadi.

Menulis memerlukan motivasi sebagai pendorong seseorang untuk mau menulis, tanpa adanya motivasi kegiatan menulis tidak akan bisa dilakukan, bahkan bukan hanya menulis kegiatan apapun memerlukan motivasi sebagai pendorong agar kegiatan apapun bisa dilakukan. Menurut Pak Dail motivasi seseorang sehingga mau menulis ada beberapa macam seperti ingin terkenal, ingin menambah penghasilan, ingin meningkatkan karir/pangkat atau jabatan, ingin menyebarluaskan gagasan atau ilmu, ingin mempengaruhi orang lain, dan ingin kekal dikenal oleh orang banyak walaupun sudah meninggal. Karena sangat penting memiliki motivasi agar mau menulis maka seorang penulis harus tetap memiliki motivasi untuk menulis ini. Berikut adalah cara agar seseorang tetap memiliki motivasi untuk menulis.

1.      Tentukan Tujuan

Tanpa tujuan menulis akan menjadi kegiatan tanpa arah, ngawur, dan pasti berakhir dengan sia-sia. Tujuan ini menjadi titik yang dituju ketika kita menulis. Tujuan membuat kegiatan menulis menjadi terarah, focus menuju tujuan. Jadi tujuan ini sangat penting dimiliki orang yang menulis. Tujuan harus ditetapkan terlebih dahulu sebelum melakukan kegiatan menulis

2.      Selalu Ingat Tujuan

Dalam perjalanan menulis, kadang-kadang tujuan kita menulis sering terlupakan atau terdistorsi oleh berbagai hal seperti oleh kesibukan, pengaruh orang lain, atau pengaruh hal yang sedang trend atau viral. Kita harus bisa mengusahakan agar hal tersebut tidak membuat kita lupa tujuan menulis. Hal yang bisa dilakukan adalah dengan membuat semacam tulisan pengingat di tempat yang sering kita lihat seperti di buku catatan harian, tulisan tersebut bisa juga ditempel ditembok, atau membuat pengingat di handphone yang kita miliki.

3.      Mengetahui Manfaat Menulis dan Membaca

Menulis merupakan keterampilan membaca yang paling tinggi karena untuk bisa menulis seseorang perlu memiliki 3 keterampilan berbahasa yang lain yaitu menyimak, berbicara, dan membaca. Keterampilan berbahasa yang paling erat kaitannya dengan menulis adalah membaca. Untuk bisa menulis yang baik sesorang harus bisa membaca dengan baik pula. Membaca berguna untuk mendapatkan informasi atau pengetahuan sebagai bahan untuk ditulis. Tanpa membaca seseorang akan sulit menulis, kalaupun bisa menulis, tulisannya akan dangkal, tidak menarik, dan kurang bermakna. Menulis sangat besar manfaatnya, dengan menulis seseorang dapat dikenal oleh orang luas, mendapatkan keuntungan finansial, meningkatkan karir, mempengaruhi orang banyak, dan penyembuhan batin (self healing) melalui menulis ekspresif. Dengan mengetahui manfaat menulis ini orang akan tergerak untuk menulis.

4.      Kelola Waktu dengan Baik

Waktu yang dimiliki setiap orang sebenarnya sama yaitu sehari sama 24 jam; seminggu itu sama 7 hari, hanya bedanya berbeda-beda dalam pemanfaatan waktu. Ada orang yang pandai memanfaatkan waktu dan ada orang yang kurang atau tidak bisa memanfaatkan waktu dengan baik. Orang yang sukses adalah orang yang pandai memanfaatkan waktu dalam hidup untuk berbuat hal yang positif. Seorang penulis harus bisa memanfaatkan waktu dengan baik. Menulis bisa dilakukan setiap hari pada jam-jam tertentu atau kapan saja sesuai keinginan.

5.      Membaca Karya Tulis Orang Lain

Bagi penulis pemula membaca karya orang lain sangat diperlukan. Hal ini untuk dijadikan contoh atau sampel dalam membuat karya tulis. Dengan membaca buku-buku orang lain terutama karya dari penulis profesional kita akan mengetahui bagaimana penulis tersebut mencurahkan gagasannya ke dalam tulisan. Kita akan banyak belajar bagaimana seharusnya karya tulis dibuat, bagaimana penentuan tema dan topik, pemilihan diksi, penulisan kalimat dan paragraph, pemakaian tanda baca yang tepat, dan gaya tulisan penulis tersebut, dan sebagainya. Pengetahuan yang diperoleh setelah membaca banyak karya tulis ini menjadi bekal untuk kita menulis, sehingga ketika kita menulis tidak akan terlalu sulit. Hal ini berbeda jika kita tidak punya pengetahuan dalam menulis, tentu kita akan kesulitan dalam menulis.

6.      Cari Suasana yang Berbeda dalam Menulis

Keadaan yang sama atau monoton dalam suatu kegiatan bisa membuat hati merasa bosan atau jenuh. Hal ini tentu wajar saja; manusiawi, karena manusia pada dasarnya adalah makhluk yang dinamis; terus menginginkan sesuatu hal yang baru. Dalam menulis pun begitu, jika suasana atau tempat menulis tetap atau monoton akan membuat kegiatan menulis menjadi kegiatan yang membosankan. Suasana atau tempat yang monoton akan membuat penulis kehilangan semangat atau tidak bergairah dalam menulis. Oleh karena itu kita perlu segera mengubah suasana atau tempat dalam menulis jika suasana atau tempat tersebut sudah membosankan. Kita harus berpindah ke tempat baru yang diperkirakan bisa membuat kita nyaman dalam menulis. Kita juga bisa mengubah waktu kebiasaan dalam menulis, misalnya kita biasa menulis sebelum tidur, kita bisa mengubahnya ke waktu setelah bangun tidur, atau ke waktu kapan saja yang dirasa membuat nyaman dalam menulis.

7.      Gabung dalam Komunitas Penulis

Teman sangat berpengaruh terhadap perilaku seseorang. Hal ini karena dalam pertemanan terjadi kedekatan secara personal dan emosional. Kedekatan ini menimbulkan empati, simpati, dan bisa berlanjut menjadi duplikasi terhadap perilaku teman. Jika seseorang berteman dengan orang yang memiliki perilaku baik maka akan terbawa mengikuti perilaku baik. Sebaliknya kalau berteman dengan orang yang memiliki perilaku tidak baik atau negative maka akan terbawa mengikuti perilaku yang tidak baik tersebut. Oleh karena itu dengan bergabung dengan komunitas penulis maka seseorang akan menjadi penulis seperti teman-teman di komunitas penulis. Orang tersebut akan terpengaruh untuk menulis, semangat teman penulis akan menular kepada dirinya, ilmu pengetahuan tentang menulis pun akan mudah didapatkan dari teman komunitas, sehingga pada akhirnya dengan bergabung dengan komunitas penulis akan membuat seseorang yang tidak mau atau tidak memiliki hasrat sedikit pun untuk menulis atau tidak memiliki ilmu  dalam menulis akan menjadi penulis handal dan produktif.

8.      Carilah Wadah untuk Menulis

Wadah untuk menulis bisa dengan mengikuti penulisan buku antologi. Sebagai sebuah buku yang ditulis secara “keroyokan”, menulis buku antologi tidak sesulit menulis buku solo karena setiap penulis hanya perlu menulis beberapa lembar saja dari bagian buku. Jika sudah berhasil menulis buku anatologi kita akan terpicu untuk menulis buku hasil tulisan sendiri atau buku solo. Dengan mengikuti wadah menulis antologi kita akan terpacu untuk meningkatkan kualitas diri sebagai penulis sehingga kualitas dan kuantitas tulisan kita akan semakin baik dan berkembang.

9.      Perbanyak Bahan-Bahan Tulisan

Kegiatan menulis seperti kita melakukan suatu perjalanan. Dalam melakukan perjalanan kita membutuhkan perbekalan yang lengkap dan cukup agar perjalanan kita nyaman dan sampai ke tujuan. Semakin jauh perjalanan maka semakin banyak perbekalan yang harus kita siapkan dan dibawa dalam perjalanan tersebut. Begitu pun dalam aktivitas menulis kita harus menyiapkan bekal atau bahan-bahan tulisan secara lengkap agar aktivitas menulis kita lancar dan hasil tulisan kita berkualitas. Jika aktivitas menulis dilakukan tanpa menyiapkan bahan-bahan tulisan yang cukup maka kegiatan menulis akan banyak tersendat karena terkendala kebuntuan menulis sebagai akibat tidak memiliki ide untuk ditulis, kalaupun aktivitas menulis terus dipaksakan tentu tulisannya akan dangkal dan tidak utuh.

10.  Tantang Diri Sendiri Membuat Tulisan yang Berani

Bagi penulis yang telah memiliki pengalaman dalam menulis bisa menantang diri sendiri untuk meningkatkan kemampuan dalam menulis. Yang dimaksud dengan memiliki pengalaman di sini bukan berarti harus memiliki pengalaman menulis yang lama atau telah menjadi penulis yang handal tetapi pernah memiliki pengalaman menulis sebelumnya termasuk para penulis pemula. Sebagai contoh para penulis yang telah menulis buku antologi dapat menantang dirinya untuk menulis buku solo. Penulis yang telah menerbitkan buku di penerbit indie dapat menantang dirinya untuk menerbitkan buku di penerbit mayor. Tantangan ini berguna untuk meningkatkan kualitas diri agar menjadi penulis yang lebih handal di masa depan.

11.  Jangan Harapkan Pujian

Keikhlasan sangat diperlukan dalam melakukan suatu kegiatan. Ikhlas bukan berarti tanpa mengharapkan imbalan apapun karena tidak ada orang yang melakukan  sesuatu tanpa tujuan atau mengharapkan balasan apapun kecuali orang yang gila. Orang yang ikhlas adalah orang melakukan suatu kegiatan untuk mencapai tujuan dan demi mengharapkan suatu imbalan atau kebaikan yang pasti dan hakiki di masa depan. Bagi orang yang ikhlas ada tidaknya imbalan kebaikan misalnya berupa materi atau pujian dari orang tidak akan mempengaruhi kegiatan yang sedang dilakukan. Begitu pun bagi penulis, seorang penulis harus memiliki hati yang ikhlas dalam menulis. Seorang penulis harus focus pada mencapai tujuannya dalam menulis dan mengejar kebaikan-kebaikan yang bersifat pasti dan hakiki di masa depan sebagai akibat dari kebiasaan menulis. Ada tidak adanya imbalan misalnya berupa materi atau pujian yang diperoleh saat ini jangan mempengaruhi performa seorang penulis. Seorang penulis hanya focus mengejar tujuan dan imbalan kebaikan yang hakiki di masa depan.

12.  Jangan Terburu-Buru Menulis

Menulis merupakan suatu kegiatan yang memerlukan perencanaan dan persiapan yang matang agar kegiatan menulis berjalan lancar sesuai yang diinginkan. Dalam kegiatan menulis pun kita usah tergesa-gesa agar dapat mencurahkan semua ide secara utuh sehingga menghasilkan tulisan yang baik. Setelah menulis pun kita harus menelaah ulang tulisan kita untuk mencari kesalahan atau kekurangan dari tulisan kita untuk diperbaiki atau disempurnakan (proses editing). Oleh karena itu dalam menghasilkan tulisan yang baik perlu proses yang matang dan terukur, sehingga ketergesagesaan dalam menulis hanya akan menghasilkan tulisan yang kurang baik; baik dari segi isi, struktur, kebahasaan, diksi, dan lain sebagainya.

13.  Berpikir Positif tentang Tulisan

Ketika kita menulis hindarilah pikiran-pikiran yang negative seperti merasa pesimis tentang hasil tulisan, tulisan tidak ada yang membaca, tulisan akan ditertawakan oleh pembaca, tulisan tidak sesuai dengan kaidah penulisan yang baik dan benar. Yang harus dilakukan dalam aktivitas menulis apalagi penulis pemula ada menulis saja jangan menghiraukan perasaan-perasaan negative tersebut. Malah sebagai penulis kita harus menumbuhkan sikap optimis terhadap hasil tulisan. Kita harus optimis bahwa kita bisa menghasilkan tulisan yang baik dan menarik sehingga orang mau membaca tulisan kita.

14.  Jangan Maksakan Diri

Kegiatan menulis bukanlah kegiatan yang bersifat paksaan tetapi kegiatan yang harus dilakukan dengan kesadaran dan kerelaan hati. Jika menulis dilakukan karena keterpaksaan tentu hasilnya akan kurang optimal. Beda kalau menulis dilakukan karena kesadaran dan kerelaan hati tentu kegiatan menulis akan menjadi kegiatan yang menyenangkan sehingga hasil tulisan menjadi maksimal. Merasa terpaksa beda dengan memaksakan diri untuk menulis. Merasa terpaksa akan berakibat buruk terhadap hasil tulisan sedangkan memaksakan diri untuk menulis akan berakibat baik karena telah berhasil memerangi kemalasan untuk menulis.

15.  Jangan Bandingkan Diri dengan Orang Lain

Manusia itu unik karena tidak ada manusia yang sama persis dengan manusia lain walaupun saudara kembar. Jadi perbedaan adalah hal yang biasa dan harus ada karena Sang Pencipta Tuhan Yang Maha Esa menginginkannya. Oleh karena itu perbedaan tidak bisa dihindari dalam kehidupan. Dalam menulis kita sering terinspirasi dari tulisan orang lain ketika tulisan tersebut sangat baik ,menarik dan enak dibaca. Adalah wajar ketika setelah membaca tulisan tersebut kita ingin menghasilkan tulisan seperti tulisan tersebut, lalu kita meniru gaya tulisan tersebut dalam membuat karya tulis. Hal yang tidak wajar adalah ketika kita menginginkan hasil tulisan kita sama dengan tulisan orang lain siapapun orangnya, baik yang menginspirasi atau tidak karena walaupun bagaiamanapun hasil tulisan kita akan berbeda dengan hasil tulisan orang lain. Gaya tulisan kita pasti berbeda dengan gaya tulisan orang lain. Kita tidak mungkin bisa menyamai hasil tulisan orang lain bagaimanapun caranya. Jadi kita jangan membandingkan hasil tulisan orang lain dengan tulisan kita sendiri kecuali untuk mengambil pelajaran yaitu mengambil hal-hal baik dari tulisan orang lain untuk diterapkan dalam aktivitas diri sendiri dalam menulis.

16.  Perhatikan Kesehatan

Kesehatan adalah anugerah tuhan yang sangat berharga karena Kesehatan adalah sesuatu yang tidak bisa dibeli dengan harga berapa pun. Kita mungkin mampu membeli fasilitas Kesehatan seperti dokter, obat-obatan, rumah sakit, tapi kita tidak bisa membeli Kesehatan. Oleh karena itu jangan sampai kegiatan apapun termasuk menulis merugikan atau menurunkan kualitas Kesehatan kita. Apalagi tujuan menulis itu salah satunya untuk meningkatkan kualitas diri penulisnya dimana Kesehatan salah satu bagian dari kualitas diri seseorang. Menulis bisa membuat kesehatan seseorang meningkat seperti pada kegiatan menulis ekspresif karena  penulis mencurahkan semua perasaan atau isi hati kedalam tulisan, dimana hal ini akan membuat perasaan lega karena telah tercurahkan ke dalam bentuk tulisan. Menulis harus dihentikan ketika membuat kesehatan menurun. Yang dimaksud dihentikan di sini adalah berhenti sementara menulis untuk mencari cara agar kegiatan menulis tidak merugikan kesehatan. Jika sudah menemukan cara yang tepat untuk menulis yang tidak merugikan Kesehatan, maka kita harus segera menulis kembali dengan menggunakan cara tersebut. Oleh karena itu marilah kita tetap menulis dengan tetap menjaga kesehatan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ini Takdir

Disclaimer:  Tulisan ini bukan untuk menggurui tetapi hanya sekedar berbagi pengalaman dan pemahaman mengenai esesnsi dari takdir. Saya pun ...